Pekerjaan aspal pada proyek jalan sering kali tidak sesuai dengan spesifikasi teknis saat pelaksanaan di lapangan. Beberapa hal yang sering kali disoroti dalam pekerjaan aspal antara lain komposisi campuran aspal, cara pemadatan dan suhu penghamparan aspal. Suhu merupakan salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan aspal. Salah satu dampak yang terjadi apabila suhu tidak sesuai dengan spesifikasi saat penghamparan adalah ikatan antar agregat dengan aspal tidak akan maksimal sehingga bisa mengakibatkan aspal cepat sekali rusak.
Melalui indikasi yang menyrempet aturan pada pelaksanaan paket Peningkatan Jalan Wakai – Kulingkinari dengan nilai anggaran dibandrol sebesar Rp4.495.889.000, yang dikerjakan oleh PT Gaya Prima, perusahaan dengan NPWP 01.434.327.1-722.000, yang beralamat di Jln ir. H. Juanda II Blok C No 10. Pihak Polda Sulteng menelusuri keterlibatan dua orang anak buah dari Kadis PU BMPR Sulteng Syaifulah Djafar.
Kedua orang anak buah dari Syaifulah Djafar yakni Asbudyanto yang memangku jabatan sebagai Kabid Jalan dan Jembatan serta Achmad yang memangku jabatan sebagai PPK pada ruas tersebut. Ketiganya sudah diperiksa untuk dimintai keteranganya terkait dengan paket jalan tersebut pada 20 Desember lalu. Ketiganya kompak datang memenuhi undangan pemanggilan Ditreskrimsus Subdit III Tipidkor Kepolisian Daerah Polda Sulteng dengan menggunakan pakaian kopri seperti diberitakan sebelumnya di Trilogi.co.
24 Maret lalu ditetapkan PT Gaya Prima pemenang paket proyek peningkatan jalan Wakai – Kulingkinari di Kecamatan Una una, melalui pokja DPU BMPR Provinsi Sulteng. Paket yang dibiayai melalui APBD Sulteng di bandrol senilai Rp5 Miliar. Setelah melalui proses tender yang di ikuti 44 peserta lelang, di putuskan perusahaan milik orang Sulawesi yang beralamat di Jalan Juanda Kota Samarinda, Kalimantan Timur itu keluar sebagai pemenang tender dengan harga penawaran sebesar Rp4.495.889.000.
Hasil riset Trilogi.co, dari beberapa sumber menyebutkan terkait dengan anggaran. Dari Total Rp174 miliar APBD dan APBN tahun anggaran 2017, yang digelontorkan oleh Pemerintah kepada Syaifulah Dajafar yang menahkodai DPU BMPR Prov Sulteng, untuk proyek peningkatan jalan Wakai Kulingkinari yang dibandrol sebanyak Rp4.495.889.000, yang dikerjakan oleh PT Gaya Prima sebagai berikut.
- Target 5 Kilometer, Realisasi Hanya 1 Kilometer yang diaspal, 4 Kilometer hanya timbunan
- Penggunaan material lapisan dasar tidak memenuhi standar SNI 03-1744-1989 (AASHTO T193-81) : Metode pengujian CBR Laboratorium
- Penggunaan aspal karungan, dan proses pemasokan asphalt pada finisher dan penghamparan di bawa suhu 130 – 150 Teprature derajat celcius.
- Ketebalan aspal diduga hanya 2 cm dan lebar bervariasi.
Dengan mengusung slogan jalan provinsi mantap. Syaifulah Jafar gencar membangun proyek infrastruktur hingga kebagian pelosok di daerah Provinsi Sulteng. Mimpi besarnya menyediakan jaringan konektivitas di semua wilayah dan memupus kesenjangan ekonomi di sekujur daerah di Sulteng. Terbagi menjadi proyek strategis daerah, total kebutuhan anggaran infrastruktur pada 2017 mencapai Rp174 miliar lebih. Dari jumlah itu, Rp21.75 miliar pembiayaan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Penulis : Wahyudi / Trilogi.co
