TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

KEJARLAH DAKU DI KULINGKINARI

Kondisi paket jalan Wakai, Kulingkinari yang baru saja dianggarkan Miliaran rupiah itu banyak dikeluhkan masyarakat di Kepulauan. Pasalnya proyek jalan sepanjang lima kilometer itu yang terlapisi aspal hanya satu kilometer. Bahkan jalan yang menghubungkan beberapa desa di Pulau penghasil ikan garam itu diduga di mark up dari proses pencampuran aspal hingga proses pengaspalanya diduga di mainkan. Dan dapat dipastikan kondisi ruas jalan itu akan mudah rusak.

Hasil riset Trilogi.co  menyebutkan jika proyek peningkatan jalan merujuk pada Pelaksanaan pekerjaan dilakukan berdasarkan atas gambar-gambar kerja dan spesifikasi tekhnik umum dan khusus yang telah tercantum dalam dokumen kontrak, rencana kerja & syarat-syarat (RKS) dan mengikuti perintah atau petunjuk dari konsultan, sehingga hasil yang dicapai akan sempurna dan sesuai dengan keinginan pemilik proyek. Bahkan melalui standar rujukan SNI 03-1744-1989 (AASHTO T193-81) : Metode pengujian CBR Laboratorium.

Pada proses pelaksanaan pada ruas tersebut, melihat kondisi jalan saat ini sudah dapat dipastikan sangat tidak layak, bahkan banyak pihak yang menuding jika proses pekerjaan jalan itu hanya menghambur hamburkan uang daerah.

“Tanah timbunannya mengunakan tanah gunung di sini, banyak batu karangnya dan berwarna kuning. Ini sudah buktinya seperti yang digunakan menimbun jalan ini. Melihat pagunya miliaran harusnya proyek peningkatan jalan Wakai—Desa Kulingkinari sepanjang 5 kilomter sudah bisa diaspal semua. Aneh juga ada proyek peningkatan jalan tapi faktanya tidak diaspal semua”. Kata salah seorang warga saat bercerita dibalik telfon genggamnya kepada Trilogi.co belum lama ini.

Kurangnya pengawasan pada pelaksanaan proyek ini di tenggarai menjadi faktor utama yang mengakibatkan pihak kontraktor mengerjakan proyek tersebut secara asal. Hal ini dibuktikan dengan kondisi campuran aspal yang digunakan pihak rekanan hanya menggunakan aspal karungan dan digoreng dibawa suhu normal dengan ketebalan hanya 2 cm dan lebar bervariasi.

“Aspal jalan ini menggunakan aspal karung. Sehingga kualitas aspal kurang bagus dan seperti tidak merekat. Kasihan masyarakat kepulauan kalau model pembangunan seperti ini. Mungkin karena jauh dari pantauan sehingga cara kerjanya asal-asalan”. Kesal dia dan meminta identitasnya tidak di publish.

Related posts:

Halaman Selanjutnya :Pekerjaan aspal pada proyek jalan sering kali tidak sesuai dengan spesifikasi teknis...
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.