Hal ini dikatakan oleh Kepala BPJN Sulteng, Muhamad Syukur, melalui Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I, Andri Irfan Rifai, membeberkan bahwa untuk kesiapan anggaran pembangunan jembatan kuning Palu sudah tersedia, hanya saja, tinggal menunggu lahan siap dari Pemerintah Daerah.
“Kesiapan kita sudah 100%, kebutuhan hanya lahan yang ditunggu, kalau itu sudah selesai , maka pemerintah kota atau pemerintah daerah akan mengeluarkan surat pernyataan lahan siap dan pihak JICA Jepang akan langsung proses,” kata Irfan secara singkat, saat pertemuan di kantornya belum lama ini.
Rencananya pembangunan jembatan dengan bentang sepanjang 250 meter itu, sedikit mengalami pergeseran kearah selatan dari posisi bangunan abutmen jembatan lama. Dan dibangun menggunakan metode teknologi tahan gempa serta mengurangi energi tsunami.
Pada pemeberitaan Trilogi pada 19 Juni 2019 silam, berdasarkan rilis dari Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Sugiyartanto, mengatakan anggaran rekonstruksi Jembatan Palu IV atas bantuan dari Pemerintah Jepang melalui JICA senilai 2,5 miliar yen atau sekitar Rp325 miliar.
Penandatanganan Perjanjian Hibah antara Kementerian PUPR dan JICA tersebut juga telah dilakukan oleh Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto dan Kepala Kantor Perwakilan JICA Indonesia Shinichi Yamanaka di Jakarta, pada bulan Juni 2019 lalu.
