TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

ISDIYANTO di ANTARA DUA PAKET

Hasil penelusuran Trilogi.co.id, sepekan yang lalu, untuk spesifikasi kendaraan PKP-PK Foam Tender Type IV yang dibeli seharga Enam miliar lebih itu sebagai berikut, kapasitas tangki air minimal 4000 Liter, tangki foam konsentrat minimum 12 persen dari kapasitas tangki air, kapasitas tangki tepung kimia kering (Dray Chemical Powder) 250 Kg, kapasitas pompa minimum 3000 Liter per menit dan kapasitas pancaran utama busa minimum 2000 Liter per menit. Dilengkapi dengan handlines, nozzle dibawah dan didepan kendaraan, monitor akselerasi 0 sampai dengan 80 Km per jam dalam 25 detik, kecepatan minimum 105 km per jam, jarak pancaran rata-rata (Discharge Range) minimum 60 meter, jarak pengereman (Stop Distance) maksimum 12 meter pada kecepatan 32 Km per jam. Sementara itu AC Floor Standing Non Inverter 5 PK R410A dengan type CS-J45FFP5.

Kedua paket pengadaan itu konteksnya diduga kuat terindikasi menyalahi aturan dimana jelas pada proyek kedua pengadaan yang dihelat Satker Bandar Udara Sultan Bantilan tersebut nilai kontraknya lebih tinggi dari pada harga proyek yang dikerjakan, maka dengan ini tentunya patut diduga terindikasi korupsi. Penyusunan anggaran biasanya memang dilakukan pengelembungan rencana pengeluaran, akan tetapi pengeluaran riil akan ditekan dengan mencari harga yang termurah.

Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang juga menjabat sebagai Kepala Bandara Sultan Bantilan Kabupaten Tolitoli, Asdiyanto, ketika dilakukan konfirmasi dari Palu melalui pesan via Aplikasi Whatsup di nomor ponsel miliknya, enggan menanggapinya. Meskipun berkali-kali dilakukan konfirmasi, sepertinya orang nomor satu di Bandara Sultan Bantilan itu, susah untuk dihubungi, sepertinya menutup diri rapat-rapat untuk tidak memberikan informasi terkait dengan persoalan itu, sampai berita ini diterbitkan.

Tentunya pada bagian ini diduga kuat terindikasi terjadinya persengkongkolan antara Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), PPK, Pokja/ULP, PPHP dan bendahara pada kedua kegiatan ini. Kedua kegiatan TA 2017 lalu, diduga banyak menyerempet rambu. Banyak pihak yang menuding jika penganggaran kendaraan unit PKP-PK Foam tender type IV dan pengadaan AC Floor Standing tersebut, hanya sekedar menghambur-hamburkan keuangan daerah dan menjadi lahan bancakan oleh segelintir oknum –oknum yang terciprat didalamnya. Untuk itu pihak aparat hukum diminta untuk turun segera, mengusut tuntas praktek-praktek nakal oleh segelintir oknum yang memanfaatkan anggaran Negara untuk dijadikan bancakan. Mata rantai permainan itu akan terus menggurita, jika hal ini terus dibiarkan. Untuk itu kita tungu gerakan pihak aparat hukum untuk memutus mata rantai permainan ini.

Penulis : Wahyudi – Wawan Saputra / Trilogi.co.id

Related posts:

Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.