Ia menegaskan bahwa format debat kali ini lebih mengutamakan komunikasi antara pasangan calon dan panelis, bukan komunikasi langsung dengan masyarakat.
Terkait biaya perjalanan bagi tim paslon dari Palu ke Jakarta, Anwar Hafid mengakui bahwa beban biaya memang cukup besar.
Biaya tiket pesawat, akomodasi, dan konsumsi harus ditanggung oleh masing-masing tim.
Namun, ia menambahkan bahwa biaya untuk pelaksanaan debat di studio televisi di Jakarta lebih efisien karena peralatan sudah tersedia di sana, dibandingkan harus memindahkan peralatan ke Palu.
“Menurut saya, biaya stasiun televisi lebih murah jika debat digelar di Jakarta daripada di Palu, karena tidak perlu mengangkut peralatan yang tentu membutuhkan biaya besar,” ujarnya.
Sementara itu, calon gubernur nomor urut 1, Ahmad Ali, menyuarakan protes terhadap pelaksanaan debat di Jakarta.
