Menurutnya penanganan Sungai Salua yang digarap oleh rekanan proyek PT Runggu Prima Jaya, dengan total kontrak senilai Rp49.114.248.497.53, ini dimaksudkan untuk menahan, menampung dan mengendalikan sedimen agar jumlah sedimen yang mengalir menjadi lebih kecil.
“Kalau untuk bangunan Sabo Dam, tinggi bangunan dari dasar sungai mencapai 15 meter dan lebar atas bangunan 252 meter” jelasnya.
Baca Juga : DORONG KETAHANAN PANGAN, BWSS III PULIHKAN IRIGASI GUMBASA TAHAP I

Selain itu juga Pada pelaksanan kegiatan River Improvment And Sedimen Control In Salua River ini , juga melibatkan sebanyak 85 orang warga setempat melalui konsep gotong royong atau padat karya untuk memberikan peluang kepada masyarakat terutama yang mengalami kehilangan pekerjaan tetap dan menyerap pengangguran melalui Program Padat Karya Non Rutin.
Hal ini sebagai bentuk atas atensi dari arahan Menteri PUPR, Dr. Ir. Basuki Hadimuljono M.Sc. bahwa Program Padat Karya Kementerian PUPR dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat atau warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi.

Kegiatan positif untuk kemajuan daerah. Semoga terus berlanjut. Konten yang patut diacungi jempol.
Thanks for sharing. I read many of your blog posts, cool, your blog is very good.