Sabo Dam Pengendali (Check Dam) dan Dam Konsolidasi (Consolidation Dam). Kedua bendungan basah itu dibangun untuk mencegah terjadinya banjir yang berulang di desa itu. Dam Penahan adalah suatu bangunan yang dibangun di lembah sungai yang cukup dalam untuk menahan, menampung dan mengendalikan sedimen agar jumlah sedimen yang mengalir menjadi lebih kecil.

Sementara itu dengan kondisi tanah di Sungai Salua, di daerah tengah antara dua dam penahan, digunakan dam konsolidasi. Dam konsolidasi ini nantinya, akan berguna untuk memperlambat kecepatan air jika terjadi banjir serta menstabilkan dasar sungai. Selain itu, juga mengarahkan alur sungai dan mengubah sifat aliran massa menjadi aliran individu.
Baca Juga : PUPR PACU PERBAIKAN INFRASTRUKTUR PENDUKUNG PERTANIAN D.I GUMBASA
Keterangan tertulis dari PPK Sungai dan Pantai I, Raden Budi Sudiarsah, yang dikirim melalui pesan whatsap oleh stafnya menyampaikan perkembangan progres paket River Improvment And Sedimen Control In Salua River, telah mengalami kemajuan dengan output pekerjaan meliputi pembangunan 2 buah Sabo dam, 1 Bridge Work, dan Channel Work.
“Paket River Improvment And Sedimen Control In Salua River sudah mencapai 32%. Untuk pembangunan badan sungai itu di desain dengan lebar bawah 10-20 meter, panjang 600-an meter dan tinggi dinding 5 meter. Untuk Revetment atau dinding sungai akan menggunakan campuran beton K -175” tulisnya.

Kegiatan positif untuk kemajuan daerah. Semoga terus berlanjut. Konten yang patut diacungi jempol.
Thanks for sharing. I read many of your blog posts, cool, your blog is very good.