Langkah pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu, melalui Satuan Kerja (Satker) P2JN bidang perencanaan dan pengawasan dan Satker PJN wilayah III mengkoreksi progress pekerjaan itu sudah tepat. Namun, masih banyak pertanyaan yang layak diajukan ke BPJN XIV melalui Satker PJN wilayah III sebagai yang punya hajatan. Para kontraktor yang menjalankan praktek buruk dilapangan ternyata masih cukup banyak.
Tahun 2018 lalu, proyek penggantian jembatan Kasimbuncu Cs yang telah menyedot Anggaran puluhan miliar itu, ditenggarai ada sejumlah item pekerjaan pada bagian proyek yang dibiayai oleh APBN murni yang bakal rontok. Ada benang merah dari sederet pelaksana delapan unit penggantian jembatan itu. Rusak dan tidak bertahan lama akibat kurangnya pengawasan karena perilaku buruk pemilik proyek ini.

“Kami ini dilapangan apa adanya, ini pekerjaan sudah selesai, cuman ini kan masih ada finising-finising. Dan kita sekarang kan, memberikan kesempatan kepada kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaanya”. Kata Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN wilayah III, Moh Taufik, yang didampingi PPK 11 ruas Tagolu – Ampana, Opik Taopik Andriyadi, ketika ditemui dikantor Satker PJN.
Terkait dengan molornya waktu progres penyelesaian pada paket penggantian jembatan Kasimbuncu cs dan banyaknya kerusakan pada bagian bangunan pada jembatan yang baru selesai dikerja itu, Kasatker PJN wilayah III yang didamapingi PPK 11, mengaku telah mengkordinasikan permasalahan tersebut kepada pihak kontraktor pelaksana. “Kami sudah dorong kontraktornya agar pengerjaanya dipercepat. Dan yang keropos itu ya kita suruh perbaiki. Memang agak terlambat akibat mungkin gempa lalu, eksodus semua pak tenaga kami akibat gempa,” kata Taufik yang diamini Opik.

Sementara itu, Opik Taopik Andriyadi yang memangku jabatan sebagai PPK 11 pada ruas Tagolu – Ampana, pada paket penggantian jembatan Kasimbuncu Cs, mengakui adanya keteledoran pihak para pekerja dilapangan. Hal ini, kata dia, banyak item pekerjaan dikerjakan secara asal. “Saya sampai sakit ini, akibat dari sana (lokasi proyek). Saya marah-marah itu pekerjanya. Memang para tukangnya nakal-nakal pak, biasa curi-curi semen juga. Pernah semen, satu tongkang hilang pak disana. Memang nakal,” bebernya.
Menanggapi soal informasi temuan masyarakat terkait penggunaan campuran material untuk beton pada proyek tersebut, dengan komposisi campuran setengah sak semen dan satu molen pasir, Kasatker Moh Taufik dan PPK 11 Opik Taupik Andriyadi, memilih irit komentar setelah mendengar isi rekaman video tersebut. “Aduh tidak usah pak dikasih dengar yang begitu, kasihan kita-kita ini. Yang jelas pekerjaan jembatan kasimbuncu, bobotnya sudah 100 persen, dan sudah fungsional pak kan. Jadi masyarakat menikmati,” tutupnya.
Hasil riset trilogi.co.id, sesuai Kepmen PUPR 248/KTSP/M/2015, daftar ruas jalan Nasional di Provinsi Sulawesi Tengah yang menjadi tanggung jawab PPK 11 di Satker PJN wilayah III, sepanjang 147,1 kilometer yang terbagi dalam empat ruas. Ruas tersebut, meliputi Tagolu – Malei 19,00 Km, Malei – Uekuli 28,35 km, Uekuli – Marowo 72,90 km, dan Marowo – Ampana 26,85 km. Salah satu hajatan PPK 11 dibawa kendali Kasatker PJN wilayah III pada TA 2018 lalu, yaitu Pelaksana Koridor Jalan Tagolu – Ampana, dengan kegiatan paket Penggantian Jembatan Kasimbuncu Cs, dengan total panjang mencapai 70,7 meter dengan rincian sebagi berikut :
- Penggantian Jembatan Watuawua, panjang 7,5 meter
- Penggantian Jembatan Matako I, panjang 10,4 meter
- Penggantian Jembatan Galuga II, panjang 7,6 meter
- Penggantian Jembatan Lembobangke, panjang 7,0 meter
- Penggantian Jembatan Kasimbuncu, panjang 14,9 meter
- Penggantian Jembatan Lemoro II, panjang 7,5 meter
- Penggantian Jembatan Bulubatu, panjang 6,2 meter
- Penggantian Jembatan Maetangi, panjang 9,6 meter
