TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

BEBAN BERAT JEMBATAN 42 MILIAR

ANGGARAN MEWAH BERUBAH GAWAT

PT Wanita Mandiri Perkasa  dan  PT Surya Baru Cemerlang, bukan nama baru di Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan  Jalan Nasional (PJN) Wilayah III. Proyek jembatan berbiaya jumbo digarap perusahaan kontruksi, kontraktor rasa lokal. Proyek  jumbo tanpa perencanaan yang matang membuatnya terseok-seok.

Begitulah yang terjadi pada kegiatan Pelaksana Jalan Koridor Tagolu – Ampana, pada paket  Penggantian Jembatan Kasimbuncu Cs, yang telah menyedot anggaran sebesar Rp42.129.000.000,- yang sejak awal “Dipaksakan”.

FOTO : Progres Penggantian Jembatan Kasimbuncu Cs

Digembar-gemborkan bakal rampung pada akhir tahun 2018 lalu. Megaproyek ini sudah pasti meleset dari tenggat. Saling tuding yang riuh setelah lambatnya penyelesaian progress jembatan Tagolu – Ampana mencerminkan betapa kusut pengelolaan jembatan dibawah naungan Kasatker PJN wilayah III itu.

Kealpaan pemantauan menyebabkan tak ada informasi akurat tentang kondisi infrastruktur vital itu. Tanpa kejelasan data, berbagai pihak saling lempar tanggung jawab. Pengusutan tuntas perlu dilakukan supaya tidak ada yang “Cuci Tangan” dalam hajatan proyek yang sudah menyedot anggaran puluhan miliar ini

.membelah-bukit-menguruk-jurang

 “Ini air kalau musim hujan, sampai disini pak, (sembari menunjukan bagian drainase pada proyek  itu. Kita sudah laporkan sama konsultan, belum ada-ada ini. Cuman iya-iya terus ini,” kata salah seorang warga yang ditemui dilokasi salah satu proyek belum lama ini.

Keuangan Negara babak belur diakhir perjalananya. Penyusunan rencana dan pelaksana tidak matang  hingga pengawasan kurang awas jadi salah satu penyebab. Negara dirugikan atas sederet proyek yang menjadi aset, dengan kualitas yang jauh dari harapan. Proyek infrastruktur yang semula digadang-gadang bermanfaat besar bagi masyarakat, justru menuai sorotan.

“Iya, karena campuranya pak, tidak cukup. Cuman setengah banyak. Setengah sak semen, satu molen pasirnya. Iebih bae kita melapor pak.  Ini pak bisa dipela ini. Ini campuran tidak ada yang betul pak ini, semua kesana ini, retak semua. Pokoknya setengah sak semen, satu molen pasirnya. Itu retak semua itu pak, itu mau jatuh Pengaruh pengisian timbunan,” kesal warga yang bersedia diwawancarai dan meminta identitasnya tidak disebutkan, kepada trilogi.co.id.

Related posts:

Halaman Selanjutnya :Langkah pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu, melalui Satuan Kerja...
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.