Baca Juga : Dua Kepala Daerah Apresiasi BPJN Sulteng dalam Peresmian Jembatan Palu 4 dan Elevated Road
Sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi kondisi darurat, BPJN Sulteng menyiapkan 130 meter jembatan Bailey, 5.455 meter kubik material kawat beronjong, 10 lembar plat baja, serta 2 unit excavator dan 2 unit wheel loader yang ditempatkan di workshop BPJN Sulawesi Tengah.
Peralatan ini disiagakan untuk mengantisipasi kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem maupun beban lalu lintas tinggi selama mudik 2026.
BPJN Sulteng juga memetakan sejumlah titik rawan kerusakan dan kemacetan, khususnya pada ruas Morowali–Batas Sulawesi Tenggara serta Watusampu–Batas Sulawesi Barat.
Tingginya aktivitas pertambangan di wilayah tersebut menjadi faktor utama yang mempercepat penurunan kondisi perkerasan jalan.
Mobilitas kendaraan angkutan tambang dengan intensitas dan beban berat berpotensi menyebabkan kepadatan lalu lintas pada jam-jam tertentu.
Selain itu, beberapa titik rawan longsor turut menjadi perhatian serius dalam strategi BPJN Sulteng menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2026.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, BPJN menempatkan peralatan Disaster Relief Unit (DRU) di lokasi rawan serta menargetkan pekerjaan sistem buka-tutup jalan selesai sebelum H-7 Lebaran.
Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan gangguan perjalanan dan menjaga keselamatan pemudik selama arus mudik maupun arus balik.
