PALU – Strategi BPJN Sulteng Menghadapi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026 difokuskan pada peningkatan kualitas jalan nasional serta kesiapsiagaan darurat guna menjamin keselamatan pemudik.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah menargetkan seluruh penutupan lubang di ruas jalan nasional rampung paling lambat H-10 Lebaran.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan BPJN Sulteng dalam mengantisipasi lonjakan volume kendaraan saat mudik 2026.
Selain perbaikan jalan, BPJN juga menyiapkan sarana tanggap darurat dan posko siaga untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik.
Baca Juga : E-Katalog Versi 6 di BPJN Sulteng Ubah Tender Jalan Nasional Lebih Transparan dan Akuntabel
Fokus utama diarahkan pada ruas rawan kerusakan dan kemacetan, termasuk wilayah dengan aktivitas pertambangan tinggi.
Kepala BPJN Sulawesi Tengah, Bambang S Razak, melalui keterangan tertulis yang diterima Trilogi Senin 23 Februari 2026 menegaskan bahwa pihaknya memaksimalkan penutupan lubang pada seluruh ruas jalan nasional.
Upaya ini bertujuan menjaga kenyamanan dan keselamatan pemudik yang melintas di wilayah Sulawesi Tengah.
“Dalam menghadapi arus mudik Lebaran, BPJN Sulawesi Tengah memaksimalkan untuk melaksanakan penutupan lubang pada ruas-ruas jalan nasional guna menjaga kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan. Diupayakan H-10 Lebaran seluruh lubang dapat tertangani semua sehingga tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas,” ujar Bambang S Razak.
