Sebagai bagian dari persiapan BPJN Sulteng, sebanyak 18 Posko Siaga didirikan di berbagai ruas strategis.
Setiap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang bertanggung jawab atas ruas jalan diwajibkan membentuk dan mengoperasikan posko pada lokasi yang telah ditentukan.
Posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi, pemantauan lalu lintas, dan penanganan cepat apabila terjadi kerusakan jalan, kecelakaan, atau kondisi darurat lainnya.
Selain itu, posko juga dapat dimanfaatkan pemudik sebagai tempat beristirahat sementara.
Fasilitas yang tersedia di setiap posko meliputi perlengkapan kesehatan, kelengkapan K3, material patching (CPHMA), peta informasi ruas, tempat istirahat, tempat salat, toilet, hingga daftar piket petugas.
Bambang S Razak turut mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik 2026.
Baca Juga : Jalan Rajamoili Komodo Rampung Total, Perkuat Konektivitas & Ketahanan Pesisir Kota Palu
“Apabila merasa lelah, manfaatkan rest area atau posko yang telah disiapkan untuk beristirahat sejenak guna menghindari risiko kecelakaan akibat kelelahan. Apabila menemukan kondisi darurat atau gangguan di jalan, masyarakat dapat segera menghubungi posko terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Dengan strategi komprehensif ini, BPJN Sulteng optimistis dapat mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di Sulawesi Tengah.
