Figur Hidayata Lamakarate, kata ketua Pusat Pengkajian Politik dan Otonomi Daerah itu, telah memiliki beberapa wilayah basis massa yang tersebar diwilayah Provinsi Sulawesi Tengah dan dianggap kuat. Hal itu tentunya akan menjadi pertimbangan politik dari partai tertentu untuk mendapat dukungan pencalonan dirinya sehingga bisa disandingkan.
Perpaduan Politisi dan Birokrat, tambah Slamet Riadi Cante, dianggap cukup ideal untuk meminimalisir terjadinya polarisasi dan fregmentasi politik di Sulawesi Tengah. Untuk itu, peran Politicall Will Longky Djanggola selaku ketua DPD partai Gerindra Sulteng, sangat menentukan layaknya kedua figure itu dpat disandingkan pada kontestasi di pilgub Sulteng mendatang.
“Karena yang pasti Ahmad Ali tidak akan mungkin akan memposisikan dirinya menjadi 02,” ungkap Slamet Riadi Cante.
Sementara itu Misran Lawani yang juga akademisi mengakui jika konstalasi politik jelang pertarungan kursi di Pilgub Sulteng yang akan diagendakan pada 2020 mendatang kian menarik untuk dicermati.
Letupan politik oleh tokoh sekaligus politisi Rusdy Mastura beberapa waktu lalu dinilai merupakan pembaruan energy politik yang dianggap signifikan buat figure Ahmad Ali karena memiliki potensial yang layak untuk memimpin. Sedangkan figure Hidayat Lamakarate, tambah Misran Lawani, saat ini juga menunjukan trend positif yang menguat dimasyarakat Sulawesi Tengah.

