AKROBAT POLITIK PILGUB SULTENG

  • Bagikan

Pragmatisme politik makin menjadi jadi menjelang pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2020. Dengan berbagai cara, para pendukung dan penantang politik samasama merancang kandidat ideal. Manuver ini memicu tensi politik jelang kontestasi di Pilgub Sulteng, mulai terasa.

Demokrasi kita saat ini telah mengambil Pemilihan kepala daerah serentak. Pragmatisme menjadi panglima dalam berpolitik. Figur energy yang ingin berlaga di Pilgub Sulteng sudah pasti habis buat melobi pemimpin partai untuk mendapat tiket pencalonan.

RUSDY MASTURA BERHARAP PILGUB SULTENG DUET ALI – HIDAYAT

Pengamat politik Universitas Tadulako (Untad) Dr Slamet Riadi Cante MSi mengatakan, manuver politik berupa gagasan politik Rusdi Mastura, agar figur Ahmad Ali dan Hidayat Lamakarate dapat disandingkan dalam kontestasi diPilgub Sulteng 2020 mendapat apresiasi.

Pengamat politik Universitas Tadulako (Untad) Dr Slamet Riadi Cante M.Si

“Saya kira kedua figur tersebut memiliki kapasitas tingkat elektoral yang cukup signifikan. Hanya saja apakah Hidayat lamakarate bisa legowo untuk posisi Sulteng 02.” Katanya, kepada Koran Trilogi, Selasa 2 Juli 2019.

Figur Hidayata Lamakarate, kata ketua Pusat Pengkajian Politik dan Otonomi Daerah itu, telah memiliki beberapa wilayah basis massa yang tersebar diwilayah Provinsi Sulawesi Tengah dan dianggap kuat. Hal itu tentunya akan menjadi pertimbangan politik dari partai tertentu untuk mendapat dukungan pencalonan dirinya sehingga bisa disandingkan.

Perpaduan Politisi dan Birokrat, tambah Slamet Riadi Cante, dianggap cukup ideal untuk meminimalisir terjadinya polarisasi dan fregmentasi politik di Sulawesi Tengah. Untuk itu, peran Politicall Will Longky Djanggola selaku ketua DPD partai Gerindra Sulteng, sangat menentukan layaknya kedua figure itu dpat disandingkan pada kontestasi di pilgub Sulteng mendatang.

“Karena yang pasti Ahmad Ali tidak akan mungkin akan memposisikan dirinya menjadi 02,” ungkap Slamet Riadi Cante.

Sementara itu Misran Lawani yang juga akademisi mengakui jika konstalasi politik jelang pertarungan kursi di Pilgub Sulteng yang akan diagendakan pada 2020 mendatang kian menarik untuk dicermati.

Letupan politik oleh tokoh sekaligus politisi Rusdy Mastura beberapa waktu lalu dinilai merupakan pembaruan energy politik yang dianggap signifikan buat figure Ahmad Ali karena memiliki potensial yang layak untuk memimpin. Sedangkan figure Hidayat Lamakarate, tambah Misran Lawani, saat ini juga menunjukan trend positif yang menguat dimasyarakat Sulawesi Tengah.

Akademisi Dr. Misran Lawani, M.Si

Hal ini, tentunya akan menjadikan “Bargaining Position” terhadap niatnya untuk maju ikut berkontestasi di Pilgub Sulteng mendatang.

“Dengan realitas ini, artinya bahwa figur Hidayat Lamakarate adalah figur yang sangat layak berkonstetasi sebagai calon gubernur (cagub) di Pilkada Sulteng nantinya. Jika Hidayat mau menjadi cagub dan mempunyai kendaraan politik, kedua figur ini sepadan untuk berkontestasi” kata Misran Lawani, kepada Koran Trilogi.

Menurut Misran Lawani, figur Hidayat Lamakarate adalah sosok birokrat muda yang telah memiliki pengalaman dunia pemerintahan sepanjang karirnya sebagai seorang Apratur Sipil Negara (ASN) hingga mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahaan di Sulawesi Tengah.

“Hidayat juga pernah menjadi Pajabat Kepala Daerah dua kali yakni sebagai Pj Bupati Banggai Laut dan Pj Walikota Palu. Dengan segudang pangalaman dibirokrasi dan juga sebagai pejabat kepala daerah, tentu saja kapasitas dan kualitas seorang Hidayat Lamakarate tak perlu lagi diragukan untuk memimpin Sulawesi Tengah. Apalagi beliau, saat ini didukung oleh Gubernur Sulteng, Longki Djanggola” katanya.

Selain kedua figure itu, kata Misran Lawani, ada terdapat figure-figur yang memiliki interpreneur yang layak untuk ikut berkontestasi pada Pilgub Sulteng yang tidak bisa dilihat sebelah mata. Sebagian figure itu yang di yakini memiliki kemamapuan untuk ikut berkontestasi yakni Hasanudin Atjo dan Anwar Hafid dan figure lainya.

“Hasanuddin Atjo sebagai figur yang menjabat Kadis Kelautan Perikanan Sulteng adalah seorang intelektual dan birokrat interpreneur, dengan kepakaran dan pengalaman beliau, yang dalam programnya nantinya akan mengedepankan pembangunan SDM dan ekonomi” jelasnya.


Penulis : Elkana L / Koran Trilogi
Editor : Wahyudi

  • Bagikan
error: Content is protected !!