TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

BERKELIT DIBALIK KONTRAK 123 MILIAR

UNTUNG – RUGI DI LAHAN GALIAN

PERNAH digadang-gadang sebagai proyek abadi anggaran jumbo, kawasan koridor Nupabomba, Kebun kopi dan Toboli, di bumi Tadulako itu pada malam hari seperti dunia hantu. Gubuk-gubuk reot yang bertahun-tahun ditinggalkan penghuninya berserakan begitu saja, diselingi semak dan ilalang yang tak pernah dipangkas.

Saat ini Karena ada jaringan listrik, saban malam desa Nupabomba Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, itu selalu dibekap cahaya. Suara mesin alat berat menjadi satu-satunya penanda masih ada kehidupan di sana. Aktifitas alat berat dan ngalor ngidul kenderaan turut memecah keheningan disana. Berkelit Dibalik Kontrak 123 Miliar, Untung rugi di lahan galian.

BACA : KORTING GANJIL PROYEK JALAN

BACA : TANCAP GAS PROYEK JUMBO TMJ

BACA  : AKROBAT PROYEK, PEMAIN LAMA

Semua pihak tanggap terhadap Julian, yang memangku jabatan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 08), Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah II, Direktorat Jenderal Bina Marga, dengan kontraktor pelaksana pada proyek Rekontruksi dan Penanganan lereng Nupabomba, kebun kopi, Toboli (MYC IA), yang diduga menyerempet rambu.

Kontribusi kontraktor pelaksana pada proyek yang menelan anggaran ratusan miliar ini, tampak mencolok dengan cara mengkadali agar hasil pekerjaan terlihat samar-samar baik. Meskipun sumber material yang diambil dari IUP yang masih tahap explorasi itu, yang digunakan oleh rekanan di lokasi tersebut yang diduga tidak melampiran dokumen hasil tes pengujian Laboratorium untuk kebutuhan proyek.  Akankah ini menjadi petunjuk awal, untuk memutus mata rantai permainan pintu belakang yang ditenggarai terindikasi pelanggaran itu ?.

Keberhasilan lobi mengegolkan anggaran proyek Rekontruksi dan Penanganan Lereng Nupabomba, Kebun Kopi, Toboli untuk segmen I Multi Years Contrack (MYC), untuk hajat orang banyak, tak lepas dari peran Julian. Pada Tahun Anggaran (TA) 2017 lalu, Julian telah menjabat sebagai PPK 08 yang bertanggungjawab penuh pada kegiatan jalan koridor Tawaeli, Toboli, Tumora hingga batas Poso.

Lantas siapa yang akan bertanggungjawab pada aspek dampak aktifitas proyek tersebut, siapa saja yang terlibat, dan bagaimana skema permainan ini?. Berikut penelusaran Trilogi.co.

HAMPIR TIGA PEKAN LALU, trilogi.co mencoba melakukan penelusuran ke desa Nupabomba, yang berlokasi Kecamatan Palu Utara, Kota Palu. Berdasarkan dari laporan sejumlah masyarakat desa setempat, jika dilokasi itu, telah dijadikan lahan sumber pengambilan material pasir batu dan kerikil (Sirtukil) untuk kebutuhan proyek ruas jalan yang menelan anggaran ratusan miliar tersebut.

Aktifitas pengerukan dibadan sungai itu diperkirakan telah berlangsung lama. Tak ada yang bisa menjamin atas dampak yang akan ditimbulkan kedepan. Pencemaran air, dan kerusakan lingkungan sudah barang tentu menjadi dampak dari aktifitas itu.

Diawal bulan Maret lalu, Trilogi.co, menemukan satu unit alat berat jenis exavator PC 200 sedang beroperasi ditengah badan sungai tersebut. Dengan santai operator alat berat milik perusahaan kontraktor terus mengeruk material didalam perut bumi. Tak jauh dari lokasi alat berat, terdapat bentangan baja yang menyerupai saringan berdiri tegap. Diduga benda tersebut adalah saringan material untuk memisahkan material batu yang telah disesuaikan ukuranya.

Related posts:

Halaman Selanjutnya :BACA : MENCARI DALANG SPAM PASIGALA
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.