Dihari yang sama pada Kamis 29 Maret, Julian, yang diketahui orang yang paling bertanggungjawab pada kegiatan tersebut, ketika ditemui diruanganya yang berukuran 3×4 meter itu, memilih irit komentar. Dengan mengenakan pakaian kemeja putih, Julian, yang memangku jabatan sebagai PPK 08 Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah II, Direktorat Jenderal Bina Marga itu berkelit jika semua yang telah dilakukan oleh rekanan pada kegiatanya tidak ada masalah.
“Itu tidak ada masalah, dan saya komunikasikan dengan kontraktornya jika pengambilan material itu ada izinya,” kata Julian sembari memperlihatkan lampiran Scan IUP melalui smartphone pribadinya.
Namun ditanya soal IUP galian tersebut, PPK yang baru menjabat setahun itu, memilih irit komentar tanpa alasan yang jelas. Menurutya, jika lokasi pengambilan material melalui IUP CV Watu Nabelo di desa Nupabomba, telah memenuhi unsur standrt LAB.
“IUP itu punya perusahaan CV Watu Nabelo, pemiliknya pak Marten Tibe. Untuk kandungan materialnya sudah melalui pengujian LAB di Untad. Hasilnya jika abrasinya diatas 20 persen dan memenuhi standar kelayakan untuk jenis material khusus timbunan pilihan,” singkatnya.
Berdasarkan data yang diperoleh Trilogi.co, sejak bulan September tahun 2016 lalu, Gubernur Sulawesi Tengah, Longky Djangola, telah melakukan moratorium IUP batuan untuk wilayah Kota Palu dan Kabupaten Donggala, melalui intruksi Gubernur Nomor 540/706/Dinas ESDM-9-ST/2016, tentang penundaan atau penangguhan seentara penerbitan izin usaha pertambangan batuan di Kota Palu dan Kabupaten Donggala. Hal ini tentunya merujuk pada pertimbangan dampak aspek pada kerusakan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Hal ini juga menerapkan sanksi administratif sesuai pasal 76 ayat 1 undang-undang Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan pertauran Menteri lingkungan hidup Nomor 2 tahun 2013 tentang pedoman penerapan sanksi administratif di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Hasil riset Trilogi.co, sejak tahun 2016 silam, melalui laman website LPSE instansi Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), disatuan kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Sulteng, dengan kategori pekerjaan kontruksi melalui mata anggaran APBN tahun jamak dengan nilai pagu dibandrol senilai Rp155.000.000.000, dengan jumlah peserta lelang sebanyak 133 perusahaan. Untuk lokasi pekerjaan dimulai di Km 26+000 – Km 35+000.
Pada proses tender ketika itu, PT Widya Sapta Contactor (WASCO), keluar sebagai perusahaan pemenang dengan harga penawaran senilai Rp123.296.443.000. Dari total anggaran yang cukup fantastis itu, meliputi sejumlah pekerjaan sebagai berikut. Pekerjaan Resloping pada lereng, Reinforced net dengan material geogrid, perbaikan geometrik, manajemen drainase, dan pemasangan subdrain pada badan jalan.
Untuk tahun 2017 – 2018 untuk kegiatan tersebut dibagi menjadi satu segmen paket MYC dengan dibagi dua paket. Untuk paket MYC 1A berlokasi di Km 26 – Km 30 dengan target 4 Kilomater, untuk paket MYC 1B berlokasi di Km 30 – Km 35 dengan target 5 Kilometer. Jadi total keselurahan untuk satu segmen MYC A-B menjadi 9 Kilometer.
Dari beberapa catatan kami juga menyebutkan jika Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga mulai menangani lereng pada jalan Kebon Kopi pada ruas Palu-Parigi di Sulawesi Tengah. Penanganan ditandai dengan penandatanganan dua paket pekerjaan dengan total nilai sebesar Rp197,96 miliar, pada bulan November lalu.
Tanda tangan kontrak disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, Direktur Pembangunan Jalan Achmad Gani Ghazali Akman dan Direktur Jembatan Iwan Zarkasi. Paket pekerjaan pertama senilai Rp123,29 miliar untuk rekonstruksi dan penanganan lereng pada ruas Nupabomba-Kebon Kopi-Toboli I. Kontraktor pemenangnya adalah kerjasama operasi antara PT Widya Sapta Contractor-PT Citra Kurnia Waway-PT Saranamukti Puterasejati untuk penanganan sepanjang 9 Kilometer.
Dari bocoran informasi kami temukan untuk paket kedua senilai Rp74,67 miliar diperuntukan untuk pekerjaan serupa pada ruas Tawaeli-Nupabomba- KebonKopi-Toboli sepanjang 3,3 Km. Pelaksananya adalah PT Tunggal Mandiri Jaya. Kedua paket pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan tahun jamak 2017-2018. Bersambung…..
Penulis : Tim / Trilogi.co.id
