Bagi Sulawesi Tengah, pertemuan ini menjadi penting karena keberadaan Taman Nasional Lore Lindu yang telah ditetapkan sebagai salah satu Cagar Biosfer Dunia dan juga terkait dengan program pariwisata dan budaya di sekitar kawasan itu.
Asisten Administrasi Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Daerah Provinsi Sulteng, Bunga Elim Somba, yang juga ikut mendampingi rombongan dari Sulawesi Tengah, mengatakan pertemuan ini disamping melakukan Review Progress dari MAB Programe, juga untuk membahas rekomendasi riset ditiap negara serta membahas penyusunan proposal untuk kerjasama regional dan internasional.”
Bupati Darmin Sigilipu menjelaskan melalui sambungan telfon miliknya, bahwa ICC-MAB merupakan pertemuan tahunan organisasi UNESCO untuk membahas pembangunan dan pengembangan cagar biosfer sebagai pemulihan ekosistem.

Menurut dia, bahwa pertemuan ini sangat penting karena ikut dibahas berbagai “ancaman dunia” terhadap sumberdaya dan keberlangsungan kehidupan.
Bagi Kabupaten Poso sendiri,kata Darmin hal ini penting karena keberadaan Taman Nasional Lore Lindu yang memiliki kekayaan dan keunikan sumberdaya alam hayati, seperti kumpulan batuan megalitik yang bagus juga merupakan salah satu monumen megalitik terbaik di Indonesia. Sehingga Taman Nasional Lore Lindu mendapat dukungan internasional, karena ditetapkan sebagai salah satu Cagar Biosfir oleh UNESCO.
