TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Diam-diam! “BOHIR” Tambang Ilegal Tombi Kembali Pasok 2 Alat Berat

Sumber tersebut juga menduga ada pihak-pihak tertentu yang memberikan perlindungan sehingga aktivitas tambang tetap berlangsung.

Dugaan tersebut belum mendapat konfirmasi dari aparat penegak hukum dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Penolakan terhadap PETI Desa Tombi terus menguat. Sejumlah warga mengaku khawatir aktivitas pertambangan akan mempercepat kerusakan hutan dan memperburuk kondisi daerah aliran sungai.

Sumber lain menyebut para pemodal diduga membeli lahan milik warga sebelum mengubah kawasan tersebut menjadi lokasi pertambangan.

“Pemodal ini pintar. Mereka beli tanah warga, lalu dengan alasan kepemilikan itu mereka seenaknya merusak hutan. Material galian juga dibuang ke sungai,” tutur sumber.

Selain itu, ia juga mengungkap adanya dugaan pungutan terhadap setiap alat berat yang masuk ke lokasi tambang. Menurutnya, dana tersebut diduga dikelola oleh sejumlah oknum. Informasi itu masih berupa keterangan sumber dan belum memperoleh tanggapan dari pihak terkait.

Baca Juga : Penertiban Tambang Ilegal Parigi Moutong, Polisi Sisir Dua Desa

Warga berharap Aparat Penegak Hukum (APH) bersama pemerintah daerah segera menghentikan aktivitas pertambangan tanpa izin yang dinilai semakin meluas.

“Dengan siapa lagi kami mengadu kalau bukan ke aparat dan pemerintah. Jangan tunggu desa kami kena bencana dulu baru turun tangan,” ujarnya.

Menurut warga, kerusakan kawasan tambang kini semakin parah. Material galian disebut terus dibuang ke aliran sungai sehingga menambah kekhawatiran terhadap dampak lingkungan di masa mendatang.

Kekecewaan warga juga dipicu hasil operasi penertiban yang berlangsung pada pertengahan Juni lalu.

Halaman Selanjutnya :Baca Juga : Tambang Ilegal di Ampibabo Rusak Sungai dan Hutan