TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

SATU POHON BERAKAR SERIBU

“Mulai dari DAK, DAU semua kegiatan pengadaan di Dikjar dia semua kerjakan. Hampi setiap tahun dia yang kerjakan paket pengadaan dengan perusahaan pinjaman, tapi dia yang kerja. Seperti itu,” bebernya dan meminta identitasnya tidak di publikasikan.

Dari teman ngobrol meningkat menjadi teman berdiskusi, lalu menjadi teman bisnis. Makin asyik, makin mendalam hubunganya. Dari urusan pribadi merembes ke urusan proyek. Hal ini tergambarkan dari kesimpulan sepenggal cerita penuturan sumber Trilogi.co belum lama ini.

“ini yang dia lakukan selama ini. Ibu Uni sudah lama jadi kontraktor di dikjar, dari tahun 2015 lalu sampai sekarang. Mungkin karena ada kedekatan, sampai dia bisa setiap tahun garap proyek di dikjar. Modusnya, pinjam perusahaan orang, tapi dia semua yang laksanakan. Ini yang tidak jeli orang lihat. Ini permainan,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong, Adrudin Nur, ketika dikonfirmasi pada Jumat pagi, membantah jika sejumlah paket kegiatan pengadaan di dinas yang dia pimpin itu, diduga di monopoli.

“Proses penetapan pemenang melalui LPSE kab. Parigi Moutong, dengan aturan yang mereka tentukan, pihak dinas hanya menerima hasil pemenang yang telah ditetapkan oleh ULP,” singkatnya melalui pesan singkat via aplikasi whatsup.

Ditanya soal ada salah satu aktor yang bermain untuk mengkondisikan sejumlah paket pengadaan dengan modus sewa perusahaan, melalui skema permainan pada tahun sebelumnya, Adrudin Nur, memilih irit komentar dan belum memberikan jawabanya sampai berita ini diterbitkan.

Related posts:

Halaman Selanjutnya :Penulis : Wahyudi / Trilogi.co.id
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.