Di sisi barat, pekerjaan serupa berlangsung pada Pier 1 untuk segmen 2, yang mencakup pemasangan pembesian, ducting, instalasi tendon, dan formwork.
Pengecoran untuk segmen ini dijadwalkan pada 19 September 2024. Selain itu, pekerjaan timbunan di sisi timur dari STA 7+60 hingga STA 10+40 dan di sisi barat dari STA 0+00 hingga STA 2+10 telah mencapai tahap PHO (Provisional Hand Over).
Rencana Pekerjaan Selanjutnya
Pekerjaan segmental box girder pada Pier 2 hingga Abutment 2 direncanakan mencapai struktur end span pada akhir Oktober 2024.
Untuk mendukung struktur ini, penyedia jasa sedang mempersiapkan material shoring sebagai penopang sementara. Selain itu, tim proyek juga tengah menyusun detail metode kerja yang akan diajukan ke konsultan untuk mendapatkan persetujuan sebelum pekerjaan dilakukan.

Sejalan dengan persiapan struktur end span, tim proyek juga akan melanjutkan pekerjaan timbunan secara paralel dengan pekerjaan struktur pada Oktober 2024.
Sisa pekerjaan yang mencakup 33,8% dari total proyek meliputi pemasangan pot bearing, pembongkaran form traveller, pekerjaan sub-base, aspal, pekerjaan backwall abutment, wheel guard, waterproofing, pipa drainase, pemasangan expansion joint, hand rail, penerangan, road marking, road drainage, bank protection, concrete curb, perkerasan, dan approach slab.
Baca Juga : Preservasi Jalan Nasional Toboli-Parigi | Proyek SBSN Kunci Konektivitas di Sulawesi Tengah !
Pada 11 September 2024, JICA selaku pemberi hibah mengadakan pertemuan kualitas ketiga untuk meninjau progres proyek, khususnya pada struktur atas di Pier 1 dan Pier 2.
Pertemuan yang dipimpin oleh Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sulawesi Tengah, Dadi Muradi, S.T., M.T., juga membahas pengajuan EOT kedua.
Diskusi difokuskan pada masalah keselamatan dan kualitas, serta upaya untuk memastikan bahwa semua pekerjaan dilakukan sesuai standar yang disepakati.
JICA sebagai lembaga donor memberikan perhatian besar terhadap kualitas proyek ini. Sebagai bagian dari komitmen mereka, JICA secara rutin melakukan evaluasi lapangan untuk memantau implementasi proyek yang didanai oleh lembaga tersebut.
Pertemuan ini juga menjadi ajang evaluasi bagi kontraktor dan konsultan untuk memastikan setiap tahapan proyek dilakukan dengan baik.
