TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

PT Mirnata Dutahutama Klarifikasi Soal Berita Meraup Untung di Proyek Bencana

Lalu ada penyataan “Coran Dinding Pasangan Batu Kali “, menurut kami ini juga salah, karena item pengecoran pasangan batu/cyclop ini juga tidak ada di item pekerjaan kami jadi jelas penulis sudah salah karena yang kami kerjakan hanya Pasangan Batu Kali bukan Beton Cyclop.

3. Point 3 ini sudah kami jelaskan di point no. 2 bahwa untuk ketebalan memiliki perbedaan mulai dari bawah sampai dengan atas, lalu foto tersebut juga tidak tepat, karena jika mau memastikan ketebalannya sesuai dengan gambar, akan lebih tepat pada saat pemasangan karena foto tersebut adalah pasangan batu yang mengalami kerusakan pada saat banjir 12 Maret 2022, jadi bisa dipastikan foto tidak mewakili pekerjaan aslinya.

4. Point ini sangat tendensius dan cenderung kaidah berita yang tidak menekankan asas praduga tak bersalah tidak digunakan cenderung mengancam dan provokatif, paragraf pertama penulis dengan mudah bilang diduga gagal konstruksi, semoga penulis memahami juga apa yang dimaksud gagal konstruksi, bisa dikategorikan gagal konstruksi apabila pekerjaan sudah selesai 100 % dan tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan sebagaimana disepakati di kontrak kerja, padahal perlu penulis ketahui pekerjaan tersebut baru menyelesaikan 50 % pekerjaan tanggul sedangkan perkuatan struktur lainnya belum dikerjakan, lalu indikasi apa yang digunakan penulis berani menyatakan DIDUGA GAGAL KONSTRUKSI?

Lalu paragraf kedua kembali lagi penulis seperti menggunakan kata yang tidak tepat sehingga cenderung ingin menggiring opini untuk setuju dengannya, padahal banjir belum tentu bencana alam, karena jika itu bencana alam banyak hal yang harus dipenuhi, baru bisa dikatakan force majeur, sedang yang kami sampaikan dalam jawaban kami sebelumnya kami hanya sampaikan banjir dengan Q100 dan ini sudah dilakukan evaluasi oleh Pihak Konsultan Supervisi berdasarkan Data Logger dari 3 Pos Pematauan

Curah Hujan di Pos Tanah Harapan, Tongoa dan Omu, serta data dari BMKG Sis AlJufrie yang tertanggal 13 Maret 2022.
Sekali lagi penulis dengan gegabah meminta sebuah data dengan cara serampangan, padahal penulis juga tahu bahwa data-data tesebut merupakan data yang dimiliki oleh instansi resmi dimana untuk mengajukan permintaan data harusnya juga secara resmi.

Dan kami bukan pemiliknya maka tidak etis dan menyalahi aturan jika kami memindahtangankan data tersebut. Akan tetapi jika penulis masih membutuhkan untuk memilikinya kami persilahkan datang untuk melihat data kami di kantor poyek kami.

Halaman Selanjutnya :5. Point 5 juga bersifat hipotesa, apakah penulis yakin ini pekerja kami,...