Ternyata dan ternyata pengusutan di proyek mangkrak senilai Rp37,4 Miliar oleh pihak Kepolisian, dilakukan secara diam-diam !. Sejumlah pihak terkait dalam urusan proyek itu sudah datang memenuhi panggilan penyidik awal bulan lalu. Lantas Bagaimana kemungkinan hasilnya ?. “Proyek Diusut Pemilik Diperiksa”.
Mangkraknya proyek hibah yang bersumber dari Bank Dunia untuk Fasilitas Pendidikan Dasar Fase 1B yang tersebar di Kota Palu dan Kabupaten Sigi, telah menuntun Kepolisian membongkar jaringan indikasi dugaan kongkalikong yang berpotensi korupsi di proyek milik Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tengah.
Baca Juga : Untung Disana, Rugi Disini !
Sebanyak 19 unit bangunan fasilitas pendidikan dasar Fase 1B yang masuk salah satu bagian dari kegiatan Contigency Emergency Response Component (NSUP-CERC) dan kegiatan Central Sulawesi Rehabilitation and Recontruction Project (CSRRP) yang dikelolah oleh Direktorat Jendral (DItjen) Cipta Karya Kementrian PUPR melalui BPPW Sulteng sepanjang Tahun Anggaran 2019-2021, sebagian belum dapat digunakan hingga masa diberlakukanya denda maksimal.
Saat ini kondisi bangunan tersebut sebagian belum dapat digunakan alias terbengkalai, akibat belum rampung dikerjakan dan ditinggal begitu saja oleh kontraktor pelaksana PT Sentra Multikarya Infrastruktur (SMI) yang digandeng oleh konsultan TMC CERC PT Yodya Karya.
Baca Juga : Kontraktor Lelet Proyek Bencana
Dari bisik-bisik yang beredar dari sumber di Kepolisian menyebutkan bahwa, sejumlah pihak yang terkait dalam urusan proyek itu sudah memenuhi undangan pemanggilan penyidik Polres Palu.
Diantaranya PPK Strategis II, Bendahara BPPW Sulteng, Kepala BPPW Sulteng, Kontraktor pelaksana PT SMI dan konsultan pengawas TMC CERC PT Yodya Karya.
Namun demikian, sumber belum bersedia membeberkan secara detil keterangan terkait pemangilan terhadap penyelenggara negara dan pihak swasta yang berurusan dengan proyek dengan Nomor kontrak HK.02.01/KONT/SPPP.ST/PSPPOP.II/02/2020 tersebut.
“Sudah dipanggil, tapi sudah lama kayaknya, bulan lalu !” Tulis sumber Trilogi secara singkat yang meminta identitasnya tidak dipublis.
