Kegiatan adat yang berlangsung khidmat ini diwarnai prosesi adat, doa bersama, serta partisipasi aktif para tokoh adat, pemuda, dan masyarakat Binangga.
Pemerintah Daerah pun menilai, pelestarian adat semacam ini mampu memperkuat identitas budaya lokal sekaligus menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mengenal sisi lain dari kehidupan masyarakat Sigi.
Dengan semangat pelestarian yang kuat, Tradisi Nokeso Ngata kini tak hanya menjadi simbol syukur atas hasil panen, tetapi juga representasi harmoninya budaya, masyarakat, dan potensi wisata di jantung Sulawesi Tengah.
