“Pada dasarnya, bantuan apa yang dibutuhkan supaya Tsingshan dan Delong Holdings Ltd bisa tetap berinvestasi disini, supaya dicantumkan dan disampaikan kepada kami. Selanjutnya juga, soal proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) atau hydropower di Kalimantan Utara (Kaltara), bapak presiden (Joko Widodo) berharap proyek itu bisa groundbreaking pada September tahun ini,” kata Luhut dalam sambutanya.
Untuk soal perizinan, kata Luhut, semua perizinan yang dibutuhkan untuk mengembangkan investasi masa depan mobil listrik Indonesia akan menjadi tanggungjawab dari pemerintah pusat.
Selain itu lanjutnya lagi, tahun depan akan mendorong APBN Indonesia untuk membeli semua kendaraan listrik yang berbahan lithium.
“Nah itu juga mendorong pembelian lithium di Indonesia. Yang pertama kita lihat masuk itu Hyundai. Kita berharap, beberapa industri mobil ini bisa masuk ke Indonesia,” jelas Luhut.
