Sementara, Chairman Tsingshan Holding Group, Mr Xiang Guangda mengatakan, pihaknya sangat berharap proyek industri hijau di Morowali mendapat perhatian dan bantuan dari pemerintah Indonesia. Terutama persoalan perubahan status lahan yang sampai hari ini masih terkendala.
“Semoga hal itu bisa mendapat atensi dari pemerintah. Dan kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang selama ini diberikan oleh pemerintah indonesia. Kalau untuk masalah industri mobil listrik di Indonesia, saat ini ada beberapa investor yang sangat tertarik mengembangkan isu industri lithium baterai di Indonesia. Dan tentunya kami juga butuhkan demand dari lithium baterai di Indonesia. Jadi kepastian masalah demand ini, sangat dibutuhkan dari para calon investor ini,” urai Mr Xiang Guangda.
Baginya, dengan teknologi di Tiongkok yang membutuhkan waktu 20 tahun untuk membangun mata rantai industri lithium yang lengkap, pihaknya menilai di Indonesia hanya membutuhkan waktu lima tahun saja, mata rantai industri lithium telah tercapai.
Usai melakukan pembahasan tentang proyek industri hijau di Morowali (Kawasan Industri PT IMIP), serta masa depan indutri lithium di tanah air, para rombongan menteri tersebut kemudian meninjau pabrik yang dibangun oleh PT HYNC.
