Lantas siapa dalang dibalik kegagalan dalam proyek yang telah menelan anggaran ratusan miliar itu ?. Meskipun belum ada institusi resmi melakukan rilies untuk mengkaji apakah ada terjadinya temuan kerugian keuangan Negara dan keuangan Daerah pada proyek itu, namun praktek yang diduga terorganisir kini, kian terang benderang.
Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, melalui Subdit III Tipidkor Polda Sulteng, kini mengendus ada indikasi rasuah pada proyek SPAM PASIGALA. Hal ini Sejak sepekan terakhir, sejumlah penyidik disebar mencari sibuk mengumpulkan informasi. Tak jarang pula sejumlah penyidik sering diagendakan untuk ANEV dalam perkara ini. Berdasarkan informasi dari beberapa sumber terpercaya kami, disebutkan jika penyidik Tipidkor Polda Sulteng telah membentuk tim khusus. “ Timnya sudah dibentuk dan sudah mulai jalan,” singkat sumber di Polda Sulteng kepada Trilogi.co, belum lama ini.
Hasil penelusuran Trilogi.co, dibeberapa sumber cukup mencenangkan, dimana dalam dokumen yang dijelaskan jika dalam proyek SPAM PASIGALA itu benar adanya terjadi kegagalan kontruksi. Hal ini dikuatkan setelah Gubernur Sulteng, Longki Djanggola telah menyurat berkaitan belum berfungsinya proyek akbar tersebut. Dalam surat ditujukan kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) dan Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonsesia, Gubernur Sulteng menyampaikan bahwa kegiatan berdasar kesepakatan bersama (MoU/KSB) dan perjanjian kerjasama (PKS) diteken antara Dirjen SDA, kementerian PUPR via BWSS III, Pemerintah Provinsi Sulteng, Sigi dan Donggala, masih belum berfungsi.
Dalam surat tertanggal 29 September 2017 itu, Gubernur Sulteng Longki Djanggola menyebut rangkaian hasil kegiatan dan pengujian (Commisioning Test) dilakukan oleh Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (SDA) Sulteng pada instalasi pengelolaan air (IPA) proyek SPAM PASIGALA pada jalur pipa jaringan distribusi utama ke bak penampung air (Reservoir Offtake) di Kelurahan Lasoani dan jalur bangunan penangkap air (Intake) Saluki-IPA PASIGALA, didapati debit air hanya mencapai 162,2 liter per detik. Padahal, seharusnya debit air SPAM regional PASIGALA, adalah 300 liter perdetik.
Meskipun BWSS III Sulteng telah menyanggupi mengalirkan debit air baku secara bertahap sebesar 162,2 per detik, namun kontinuitasnya masih belum dapat terpenuhi. Kerusakan masih terjadi pada pipa transmisi maupun intake air baku tersebut. Atas keadaan itu, Gubernur Sulteng Longki Djanggola, dalam suratnya berharap adanya Justifikasi khusus penyebab masalah pada pipa transmisi, yang tidak mampu mengalirkan air sesuai rencana. Dimana Justifikasi khusus diharap dilakukan oleh Kementerian PUPR agar permasalah teknis dan non teknis menimpa proyek SPAM regional Pasigala dapat segera diketahui dan berujung pada sebuah solusi.
