Pipa-pipa transmisi air baku SPAM regional Pasigala BWSS III Sulteng selalu pecah di banyak titik. Menurut beberapa sumber yang berhasil dihimpun, proyek dibesut sejak 2009 ini, dalam perjalanannya telah mengalami berkali-kali Revisi Design dan telah menghabiskan biaya senilai miliaran rupiah. Namun, faktanya, proyek yang pembangunannya telah rampung pada 2015 itu, hingga 2016 masih belum dapat difungsikan.
Pejabat BWSS III yang bertanggung jawab dalam proses serta pelaksanaan dalam proyek jumbo ketika itu dalah Kepala Satuan Kerja (KASATKER), Pramono, serta beberapa PPK. Sejak berapa terakhir ini, Pramono yang dikonfirmasi melalui sambungan telfon di nomor pribadinya tidak terhubung. Berdasarkan sejumlah informasi dikantornya, jika Kasatker Pramono, telah dipindahkan ke Provinsi DIY Yogyakarta.
Pada hal ditahun 2014-2015, terjadi adanya kondisi lapangan yang berubah pada proyek SPAM di Sungai Saluki sehingga mengakibatkan tujuan perencanaan berubah, namun mirisnya Kasatker Pramono ketika itu tidak melakukan review design sesuai undang-undang pada saat itu. Selain adanya indikasi kerja yang kangkangi prosedur, dari beberapa sumber penting kami menyebutkan jika pada proyek SPAM regional PASIGALA dibawah kendali Kasatker Pramono yang diduga kuat dipenuhi praktik setoran fee dan kecurangan pada proses lelang.
Kini yang menggantikan posisi Pramono adalah Kasatker Binga. Tidak jauh berbeda, Kasatker Binga yang dahulu menjabat sebagai PPK itu kini sulit ditemui dikantornya. Bahkan Trilogi.co, mencoba melakukan upaya konfirmasi melalui sambungan telfon pribadinya terkait dengan persoalan tersebut. Lagi lagi pejabat itu memilih bungkam dan mengabaikan panggilan telfon dan pesan singkat via Aplikasi Whatsup. Sampai berita ini kami terbitkan, kedua pejabat itu masih susah untuk ditemui dan dihubungi.
Dari catatan Trilogi.co, sepanjang Tahun 2013 hingga Tahun 2015, sederet nama perusahaan-perusahaan kelas kakap dari berbagai daerah ikut berpartisipasi dalam hajatan proyek SPAM PASIGALA. Berikut sebagian kecil catatan kami, daftar nama perusahan-perusahaan pemenang.
- PT Pamaterindo Edukatama Aneka berasal dari Serpong, Tangerang Selatan keluar sebagai pemenang dengan nilai kontrak Rp11,6 miliar,
- PT Entolu Buana Mandiri beralamat Jalan Timah, Makassar dengan nilai kontrak Rp17,9 miliar
- PT Minarta Duta Hutama, Alamatt Jalan Sultan Alaudin, Makassar, nilai kontrak Rp28,7 miliar
- PT Mari Bangun Nusantara, alamat Buntusu Permai, Makassar dengan kontrak Rp8,9 miliar,
- PT Mulya Sakti Wijaya, beralamat Jalan Hertasing Barat, Makassar, Nilai kontrak Rp395 juta,
- PT Bina Karya Bahagia, beralamat Jalan Harapan, Jeneponto, dengan nilai kontrak Rp9,2 miliar
- PT Daya Cipta Dian Rancana (JO)- PT Wecon asal Jalan Mekarsari, Babakan Sari, Kiaracondong, Bandung dengan kontrak senilai Rp. 2,2 miliar.
- PT Minarta Duta Hutama, Jalan Sultan Alaudin, Makassar, dengan nilai kontrak Rp88,3 miliar
- PT Minarta Duta Hutama, Jalan Sultan Alaudin, Makassar, dengan nilai kontrak Rp28,73 miliar
- PT Karya Prima Mandiri Pratama(JO)- PT Karya Dulur Saroha beralamat Jalan Hijas Dalam, Pontianak dengan nilai kontrak Rp47,5 miliar lebih,
- PT Melo Aneka Ray, asal Makassar, dengan nilai kontrak Rp6,8 miliar lebih.
Dari sederet perusahaan kakap dari luar Provinsi Sulawesi Tengah, terdapat beberapa kontraktor kakap lokal ikut dalam partisan pada hajatan proyek tersebut. Dua orang pengusaha kontruksi kakap itu diketahui bernama Niko Salama dan Samuel Riga.
