Generasi di era industrI 4.0 menuju society 5.0, adalah generasi yang inovatif, adaptif, update dan memiliki speed yang tinggi. Mereka sering disebut dengan istilah generasi melenial atau Y-Genertion.
Kelompok generasi ini, lahir setelah tahun 1980 dan kini telah mendominasi dunia kerja dan dunia industri, dan puncaknya bagi Indonesia terjadi sekitar 8 tahun lagi yaitu tahun 2028 dan biasa disebut Bonus Demografi. Salah satu kelebihan dan ciri Y – Generation ini adalah mampu membuat beberapa keputusan dalam waktu yang bersamaan.
Terkadang mereka terlihat tidak bekerja, hanya kumpul di café atau mall namun sesungguhnya mereka sedang melakukan kerja sangat cepat yang basisnya data dan instrumen teknologi informasi.
Masih teringat dengan jelas bagaimana berbagai bisnis transaksi, jasa pelayanan dan lainnya dari cara konvensional digantikan oleh cara yang sangat cepat, terukur dan lebih murah melalui sejumlah aplikasi. Bahkan sejumlah artikel memuat ulasan bahwa generasi milenial adalah generasi “pembunuh berdarah dingin”, karena mematikan sejumlah bisnis konvensional secara cepat, seperti bisnis jasa travel, taxi angkutan, jasa pembayaran dan ekspedisi bahkan peran PT kantor Pos dan PT Telkom pun juga ikut tergerus.
Salah satu tuntutan dari pradaban industri 4.0 dan Society 5.0 adalah tersedianya data berkualitas yang selalu terapdate. Data berkualitas itu harus memenuhi lima unsur yaitu (1) Kecepatan dan mudah diakses, Speed; (2) Dipertanggung jawabkan, Accountable; (3) Valid dan terukur Accuracy; (4) Terbuka, Transparancy dan; (5) Sempurna, Flowless.
Sulawesi Tengah
Artikel ini ditulis melengkapi materi yang berjudul “Data Berkualitas, Menuju Sulteng Kuat dan Indonesia Maju Era Industri 4.0 dan Society 5.0”. Materi ini akan disampaikan pada seminar memperingati Hari Statistik, di Hotel Santika Palu tanggal 23 September 2019.
