TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

KRITIS PROYEK PUSING BERULANG

Tapi pada ruas koridor yang di tangani keduanya ini justru begitulah adanya. Sejumlah masayarakat, setempat, membenarkan hal ini.

“Sudah lama cuman begini terus kondisinya pak sampai sekarang. Belum ada lanjutan pada proyek jembatan itu. Menurut informasi para pekerjanya lari semua karena tidak dibayar upahnya,” kata sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, kepada Trilogi.co. akhir pekan lalu.

Sejumlah kegiatan infrastruktur jalan di canangkan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) melalui Kepala Satuan Kerja (Kasatker) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK S-02) SKPD-TP Dinas Kimpraswil Provinsi Sulawesi Tengah, awal tahun 2018 lalu.

Dua sejawat itu pun, menyaksikan penandatangan kontrak dengan sejumlah kontraktor pemenang pada paket yang terbilang besar di tahun ini. Setelah 6 bulan, lokasi pekerjaan tetap “Kesepian”. Tak ada aktifitas lainya di sejumlah proyek miliaran  ini.

Baru pertama di gali diatas pusat tanh pun, hingga 3 bulan terakhir, ternyata sekaligus menjadi galian dan susunan batu terakhir pada sejumlah proyek itu.

Badai kritis proyek telah memporak-poranda ambisi keduanya yakni Kasatker SKPD-TP Dinas Kimpraswil Provinsi Sulteng, Rahmudin Loulemba bersama sejawatnya PPK S-02, Alirman M Nubi.

Foto jalan Ampera – Preservasi Pemeliharaan Rutin Jalan Dalam Kota Palu-Ampera-Surumana, yang dikerjakan oleh PT Vertikal Tiara Manunggal, dengan nilai kontrak sebesar Rp5.605.147.000.

Hasil penelusuran trilogi.co.id, dilokasi akhir pekan lalu, untuk paket Penggantian jembatan Torate cs, yang dikerjakan oleh PT Mitra Aiyangga Nusantara, dengan nilai kontrak sebesar Rp14.900.900.000, terdiri dari pekerjaan Box Culvert dengan satu jembatan utama.

Kondisi dilapangan terdapat kondisi jembatan Box Culvert  saat ini masih berupa galian dan lainya masih tahap beton cor lantai serta pekerjaan sumuran.

Sementara hasil riset trilogi.co.id, diketahui PT Mitra Aiyangga Nusantara, dengan NPWP 02.660.616.0-805.000, berkedudukan di alamat Jln Kt Bonto Tangnga II No 4 F, di Kota Makasar yang diketahui milik Cristian Andi Pelang.

Pada TA 2015 silam perusahaan tersebut, pernah bermasalah yang mengakibatkan pekerjaan tersebut terbengkalai, yakni Renovasi gedung DPRD Kota Makasar senilai Rp3.925.030.000.

BACA JUGA : BUPATI SIGI DIDUGA LANGGAR DUA PASAL SEKALIGUS

Sementara itu  Penggantian jembatan Pantoloan yang dikerjakan oleh PT Joint Indonesia, dengan nilai kontrak sebesar Rp3.979.378.000, kondisi dilapangan tidak ada terlihat aktifitas para sejak beberapa minggu terakhir.

Related posts:

Halaman Selanjutnya :Berdasarkan sejumlah informasi menyebutkan, jika pekerjanya kabur, akibat pembayaran upah dari pihak...
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.