TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

KORTING GANJIL PROYEK JALAN

Senin siang Kasatker Rahmudin Loulembah, berserta PPK – S 02, Alirman M Nubi, memilih bungkam ketika dilakukan konfirmasi terkair kasus pada ruas yang ditangani keduanya.  keduanya kompak menutup diri untuk tidak memberikan komentar terhadap media ini untuk mengklarifikasi terkait penanganan pemeliharaan ruas jalan yang menelan anggaran puluhan miliar itu. Bahkan Alirman M Nubi yang memangku jabatan sebagai PPK tersebut memilih blokir nomor kontak. Sampai berita ini diterbitkan, keduanya masih susah untuk dihubungi.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengebut pembangunan berbagai proyek infrastruktur di sekujur daerah. Sebagian sudah mendekati target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2011-2016. Tapi tak sedikit juga yang masih jauh dari harapan.

Rahmudin Loulembah, beserta Alirman M Nubi, berlomba dengan waktu membangun proyek infrastruktur disekujur daerah, jalan Provinsi di Sulawesi Tengah. Pelbagai pekerjaan dikebut, merambah berbagai sektor, dan dilakukan hampir serempak. Kegiatan ini menimbulkan kegairahan di masyarakat, tapi sekaligus memunculkan pertanyaan tentang keberlanjutan proyek-proyek tersebut.

Lemahnya pengawasan untuk pembangunan dan perbaikan jalan dituding sebagai faktor utama kerusakan jalan di Provinsi Sulawesi Tengah. Salah satu sumber Trilogi.co menjelaskan ada tiga hal yang menyebabkan jalan rusak meski tengah di perbaiki. Pertama pembangunan atau perbaikan jalan tidak dibarengi dengan pembangunan dan perbaikan drainase.

Menurut sumber, banyak drainase saat ini yang ada tertutup dan dipenuhi endapan lumpur serta sampah. Sehingga, ketika musim hujan turun, air yang menjadi musuh utama, perbaikan jalan kembali berulah merusak jalan. Apalagi banyak perusahan tidak menyediakan drainase yang baik dan membuat seluruh air hujan yang jatuh.

Kedua tambah sumber, banyaknya kenderaan, yang masih melanggar melintasi jalan dengan kendaraan notase berat meski dilarang. Dan ketiga, kerusakan jalan disebabkan karena spesifikasi bahan aspal/hotmix dan beton yang dilakukan tidak sesuai dengan diterapkan. “Selama ini penaganan jalan dan air tidak berbarengan. Akibatnya banyak jalan di Sulteng yang tergenang dan merusak jalan,” Tegas sumber meminta identitasnya tidak publis.

Solusinya, tambah dia, pihak Aparat hukum meperketat pengawasan perbaikan jalan mengingat banyaknya jalan rusak di sejumlah titik baru. “Kalau usia aspal, beton belum setahun atau dua tahun sudah rusak, ya berarti ada penyalahgunaan spesifikasi. Periksa kontraktornya dan pejabat yang berwenang dan awasi terus,” pintanya.

Penulis : Wahyudin & Herman Tony / Trilogi.co.id

Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.