“Sedih pasti. Kalau tahun kemarin Lebaran di rumah. Sekarang berlebaran di sini (tenda pengungsian),” kata salah satu pengungsi, Fitri.
Meski begitu, ia mengaku tetap tabah dan sabar menghadapi kenyataan pahit yang juga dirasakan ratusan kepala keluarga (KK) yang tinggal di sana.
“Semoga kami bisa segera pindah di huntara (hunian sementara). Sebagian sudah pindah. Sisanya kurang tahu bagaimana. Katanya habis Lebaran ini,” ujarnya lagi.
Dia berharap janji-janji yang disampaikan baik oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah mengenai kepastian dirinya dan pengungsi lainnya menempati huntara dalam waktu dekat ini bukan hanya isapan jempol belaka.
Selain itu, sebagian pengungsi penyintas bencana likuefaksi di kawasan pengungsian terpadu Sport Center Kelurahan Balaroa juga berharap demikian.
