TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

KALANG KABUT IRIGASI SALUGAN

“Saat ini kami masih menunggu hasilnya bagaiman dari pihak pemerintah dan PU,” singkatnya kepada trilogi.co.id, sembari menambahkan jika masyarakat Lampasio sangat mengharapkan pembangunan irigasi Salugan terlaksana dan pada dasarnya warga bersedia merespon secara positif terhadap pembangunan irigasi ini.

Sejauh ini, berdasrkan sejumlah informasi tambahan dari bebeapa sumber disebutkan, jika  sosialisasi yang telah dilakukan oleh pihak Pemerintah untuk penyampaian jaringan irigasi termasuk pergantian ganti rugi yang akan dinilai oleh tim Appraisal. Dimana nantinya tim itulah yang akan menaksir dan menetukan sekaligus menghitung secara keseluruhan besaran biaya lahan yang akan dibebaskan.

Pada tahun 2017 lalu, pihak Pemerintah pusat melalui SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air Sulawesi III, Provinsi Sulawesi mengganggarkan kegiatan paket Konsultasi Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk pembebasan lahan pembangunan daerah irigasi Salugan 265,078 Ha di Kabupaten Toli-toli sebesar Rp478.000.000,. Pada proses tender yang diikuti sebanyak 28 peserta ketika itu, KJPP Anas Karim Rivai dan Rekan keluar sebagai pemenang dengan nilai penawaran senilai Rp476.146.000 dengan skor teknis sebesar 63,03%.

Hasil riset trilogi.co.id menyebutkan Pemerintah pusat melalui SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air Sulawesi III Provinsi Sulawesi Tengah, pada tahun 2017 lalu telah mengganggarkan proyek jumbo itu dengan nilai total sebesar Rp220.766.516.000, untuk pembangunan D.I Salugan diatas lahan 265.078 Ha, yang melintasi lima desa sekaligus.

Proyek yang di biayai oleh APBN itu, dilakukan dengan metode pembayaran secara system tahun jamak atau MYC. Pada proses tender yang diikuti 101 perusahaan peserta tender tersebut, PT Brantas Abipraya (Persero), keluar sebagai perusahaan pemenang dengan nilai penawaran sebesar Rp212.300.000.000.

Dari nilai anggaran ratusan miliar itu, berdasarkan data yang berhasil diperoleh Trilogi.co.id, pihak Pemerintah pusat melalui SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air Sulawesi III, Provinsi Sulawesi Tengah, melakukan metode dengan multi tahun kontrak sebagai acuan pembayaran untuk paket D.I Salugan ini.

Related posts:

Halaman Selanjutnya :Untuk tahun lalu pemerintah telah mengelontorkan angaran sebesar Rp17.864.837.000, yang diambil dari...
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.