Kondisi jalan seperti itu, kata Dicky Yuliady, sangat mengganggu aktivitas warga, baik yang melintasi dari ibu Kota Morowali ke Kendari, begitu pun sebaliknya. Sudah sering juga pengendara baik roda dua maupun roda empat terjadi kecelakaan tunggal setelah melintasi jalur tersebut.
“Dua minggu lalu, waktu saya ke kendari, ada satu unit mobil kijang Inova warna hitam masuk jurang, katanya sih selamat semua penumpangnya. Kejadian itu, mengingatkan kembali dengan mobil box saya yang juga terbalik dijalur ini karena kondisi jalan licin dan menanjak. Waktu itu mobil saya muat barang cat dari Palu mau ke kendari.” Bebernya.
Dicky Yuliady beserta pengendara lainya tentunya berharap agar pemerintah pusat melalui Kementrian PUPR segera melakukan perbaikan jalur tersebut, agar tidak menimbulkan terjadinya kecelakaan kembali dijalur ini.
“Saya berharap agar pemerintah cepat memperbaiki jalur ini. Karena kasihan, kalau melintasi jalur ini, banyak kenderaan yang antri, karena kenderaan diberi kesempatan satu-satu untuk menanjak karena kondisi berlubang, licin dan menanjak,” pintanya.
Berdsarkan riset Koran Trilogi, untuk penanganan ruas jalan Bungku – Bahodop – Bts Sultra, adalah kewenangan dari Direktorat Jendral Bina Marga, Kementrian PUPR melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu dengan total panjang mencapai 108 kilometer meliputi ruas Bungku – Bahodopi sepanjang 42 kilometer, kemudian Bahodopi – Bts Sultra sepanjang 66 kilometer. Peta ruas jalan Nasional di Provinsi Sulawesi Tengah ini, melalui Kepmen PUPR nomor 248/KPTS/M/2015, yang menjadi kewenangan di Satuan Kerja (Satker) PJN Wilayah III melalui PPK 3,7.


I ggot tjis websitte from mmy friend whho infomed mme onn thhe topikc oof ths
web ste aand aat thee moment this time I amm
visiting tuis weeb ste and readung very informative artiicles oor
revjews att tis time.
Feeel frde too surff to my website … cnhub.xyz