Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun kembali Jembatan Kuning atau Jembatan Palu IV yang hancur karena gempa dan tsunami.

Pembangunan jembatan yang merupakan ikon Kota Palu itu telah melewati penyelidikan teknik dan geologi untuk mengetahui tingkat keamanan terhadap risiko gempa yang mungkin terjadi di masa yang mendatang

Dijadwalkan Groundbreaking Jembatan Palu IV, Kota Palu, akan dimulai pada 20 Juli ini. Groundbreaking Jembatan Palu IV ini, bakal-dihadiri Menteri PUPR dan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Rencananya, Menteri PUPR akan melaksanakan groundbreaking (peletakan batu pertama) atas proyek infrastruktur peting di Kota Palu itu.

Kepastian ini, disampaikan oleh Kepala Balai Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sulawesi Tengah Arief Syarif Hidayat, bersama Kadis Bina Marga dan Tata Ruang Sulteng Syaifullah Djafar saat menemui Gubernur Sulteng Rusdi Mastura di kediaman Siranidi Jl. Moh Yamin, pada Rabu 13 Juli 2022.

Pada kesempatan itu Kepala Balai mengundang langsung Gubernur untuk bisa menghadiri groundbreaking tersebut.

“Sebelumnya kami mohon dukungan Pemprov dan Seluruh masyarakat Kota Palu. Terkait Proses Pengerjaan Jembatan Palu IV, yang mana nantinya proses rekontruksi itu. Kemungkinan akan mengganggu lalu lintas kendaraan dan kenyamanan masyarakat akan sedikit terganggu karena aktivitas proyek. Karena, kesibukan kendaraan pengangkut material proyek dan alat berat terfokus di palu,” kata Kepala Balai Jalan Provinsi Sulteng.

Sementara itu, Kadis Bina Marga dan Tata Ruang (Bima Tarung) Provinsi Sulteng Syaifullah Djafar mengatakan, yellow bridge atau Jembatan Kuning IV Palu konsepnya akan berubah.

“Kalau yang sebelumnya Jembatan tersebut 2 lengkungan jembatan berada di atas. Nantinya jembatan yang baru ini 2 lengkungannya berada di bawah. Sehingga akan lebih kokoh dan kuat,” ungkapnya.

“Hal ini sudah menjadi risiko pembangunan. Namun yang pasti pemerintah dan masyarakat tentunya akan bisa memaklumi hal itu,” ujar Gubernur.