Kelompok Y generation cenderung selalu update, adaptif, inovatif, demokratis, tegas dan tidak formal. Sedangkan Baby Bommers dan X generation cenderung berlawanan dengan karakter dan model berpikir Y generation. Namun diantara tiga generasi ini, dari perspektif karakter dan model berpikir ada generasi lain yang dinamakan “Intercept Generation”. Matematika dasar mengenal yang namanya teori himpunan.
Dalam konteks generasi, maka ada tiga himpunan, yaitu himpunan baby boomer generation, X generation dan Y generation. Diantara tiga himpunan generasi itu ada yang namanya Intercept Generation atau irisan ketiganya. Intercept generation ini akan terbagi menjadi dua sub kelompok, yaitu Intercept generation 1 (IG1) dan Intercept generation 2 (IG2).
IG1 adalah generasi yang usianya non melenial , namun karakter dan model berpikirnya menyesuaikan dengan milenial. IG2 adalah generasi yang usianya milenial, namun karakter dan model berpikirnya menyerupai non milenial. Karena itu IG1 dipastikan akan mampu mengikuti perkembangan pradaban yang sangat dinamis dan cepat.
Dan kepada IG2 diharapkan dapat lebih terbuka, mau belajar dan mau maju, sehingga tidak terus berada di rana kelompok IG2 agar bisa menjadi bagian dari perubahan pradaban. Ini tentunya diperlukan sebuah skenario tersendiri, kerena kelompok ini juga merupakan asset bangsa.
Transisi Kepemimpinan secara umum kondisi menunjukkan bahwa kepemimpinan puncak baik di Pemerintahan maupun di Private sector masih dikuasasi dan dikendalikan oleh kelompok IG1, namun pada level di bawahnya sudah merupakan perpaduan kelompok IG1 dan kelompok milenial.
Seperti ini menunjukkan bahwa peran kepemimpinan IG1, khususnya di negara berkembang untuk beberapa tahun mendatang masih strategis dan harus diberi ruang untuk mempersiapkan tongkat estafet kepemimpinan kepada generasi milenial.
Di negara maju proses transisi ini berlangsung lebih cepat, dibandingkan di negara berkembang. Indonesia adalah salah satu negara berkembang, yang sedang dan telah mempersiapkan sejumlah skenario terkait upaya mempersiapkan kepemimpinan bagi generasi berikutnya.
