Bappenas pun mengakui pentingnya usulan tersebut. Direktur Pangan dan Pertanian, Jarot Indarto, menyatakan komitmennya untuk memprioritaskan pengajuan pembangunan dari Sigi, asal usulan resmi segera dikirim.
“Kami siap menindaklanjuti, tapi Pemkab harus masukkan proposalnya secara formal agar bisa kami sinkronkan dalam siklus perencanaan,” ucap Jarot.
Baca Juga : 5 Proyek Strategis di Kabupaten Sigi Diresmikan, Dorong Pembangunan Ekonomi dan Pariwisata
Langkah Pemkab Sigi ini bukan hanya soal infrastruktur strategis. Ini tentang menegaskan posisinya sebagai wilayah strategis yang layak dipertimbangkan menjadi bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis pangan dan peternakan.
Jika konektivitas desa-kota diperkuat, Sigi berpeluang menjadi simpul pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Tengah, bukan sekadar bayang-bayang Palu atau pelengkap Morowali.
Namun waktu terus berjalan. Tanpa dukungan nyata dari pemerintah pusat, proposal itu bisa kembali berakhir di tumpukan arsip pembangunan yang penuh janji tapi kosong realisasi.
