HUT ke-60 Partai Golkar juga menjadi platform bagi Ahmad Ali untuk mengkritik praktik politik negatif.
Ia secara tegas menyoroti oknum yang berpura-pura menjadi tokoh agama demi menarik dukungan politik.
“Ada yang pura-pura menjadi ustaz, padahal niatnya hanya mencari suara,” sindir Ahmad Ali, menekankan pentingnya kejujuran dalam berpolitik.
Sebagai bagian dari visinya, pasangan AA-AKA berkomitmen untuk mengedepankan pelayanan publik yang transparan dan pro-rakyat.
Ahmad Ali menyampaikan rencana mereka untuk membuka ruang komunikasi dengan masyarakat setiap Jumat pagi.
“Kami ingin mendengar langsung keluhan rakyat sambil ngopi bareng. Itulah cara kami mendekatkan diri kepada masyarakat,” katanya.
Selain itu, Ahmad Ali mengungkapkan bahwa rumah jabatan gubernur dan wakil gubernur tidak akan digunakan untuk kepentingan pribadi.
