Dari catatan Trilogi, banjir juga pernah terjadi pada 15 Juni 2019 silam. Peristiwa itu memberi dampak buruk bagi sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan. Tiga desa ikut terendam dan memaksa ribuan warg untuk mengungsi. Kemudian bencana itu kembali tejadi pada Senin 15 Juni 2020, dua nyawa manusia melayang dua unit jembatan Bahodopi dan Dampala milik pemerintah pusat terputus.
Tentunya dengan terjadinya peristiwa banjir kali ini, bisa menuntun dan membuka mata pemerintah pusat untuk mengevaluasi dan melakukan audit menyeluruh terhadap PT IMIP atas komitmenya dalam memulihkan hutan.
Hingga berita ini diterbitkan, Trilogi masih berupaya untuk meminta penjelasan dari pihak PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terkait peristiwa banjir yang terjadi dikawasan pertambangan nikel.

Menanggapi peristiwa banjir berulang yang terjadi dikawasan pertambangan PT IMIP, Jaringan Tambang (JATAM) Sulteng mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk turun mengambil langkah tegas melakukan evaluasi persoalan lingkungan diwilayah area konsesi.
“Berkaitan dengan banjir yang terjadi, di wilayah kawasan Industri PT. IMIP, khususnya di beberapa desa di wilayah Kawasan Industri, kami mendesak pemerintah Pusat maupun daerah, mengambil langkah untuk melakukan audit lingkungan” kata Moh Taufik, Kordinator JATAM Sulteng, melalui pesan tertulis yang diterima Trilogi.
Taufik mengatakan rapuhnya kawasan tersebut oleh banjir bukan tanpa sebab. Banjir yang terjadi dikawsan pertambangan itu lebih diakibatkan oleh disebabkan daya tampung dan daya dukung lingkungan menjadi rusak akibat pembukaan hutan berganti areal pertambangan berskala besar.
“ Kenapa hal ini perlu dilakukan, karena mengingat banjir yang terus terjadi di wilayah kawasan industri tersebut. Tujuan audit ini sendiri, untuk menilai kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundangan-undangan dan persyaratan lain yang relevan” jelasnya.
Mendesak pemerintah, kata Taufik, sangat penting dilakukan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan tambang dalam dalam megelola pemanfataan lahan dan hutan di Bahodopi secara keseluruhan. Pengundulan hutan diduga kuat menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir dikawasan itu.
“Untuk melihat bagaimana kepatuhan perusahaan dalam memberikan jaminan keberlanjutan, sehingga tidak ada lagi bencana-bencana banjir yang terjadi dan terus berulang di wilayah kawasan industri tersebut. Audit ini ketika dilakukan dengan benar, audit lingkungan secara komprehensif, bisa dapat mengungkap area masalah dan memberikan rekomendasi untuk tindak lanjtunya” ujarnya.
