Selain itu, kesalahan transfer honor yang menimpa tiga desa di Kecamatan Kinovaro ini memunculkan pertanyaan mengenai integritas Sekretariat KPU Sigi.
Pihak PPS yang belum menerima honor mereka menuntut kejelasan dan keadilan dalam proses pembayaran.
Baca Juga : Menelisik Keindahan Taman Asmaul Husna Sigi | Ikon Baru Wisata Religi di Sulawesi Tengah !
Sebagian besar petugas PPS merasa bahwa mereka dianak-tirikan dan dibedakan dalam hal penerimaan honor.
Beberapa di antaranya bahkan sudah mengajukan protes melalui berbagai saluran komunikasi, namun belum mendapatkan respon yang memadai dari pihak KPU Sigi.
Meski demikian, pihak PPS berharap agar persoalan ini dapat segera diselesaikan dengan adil, sehingga seluruh PPS di Kabupaten Sigi dapat menerima hak mereka tanpa ada diskriminasi.
Kasus salah transfer honor KPU Sigi ini semakin menjadi sorotan publik dan menambah panjang daftar polemik terkait pengelolaan anggaran Pemilu di daerah.
Bagi petugas PPS yang selama ini bekerja keras dalam menyukseskan proses Pemilu, hal ini menjadi ujian kesabaran yang harus mereka hadapi.
Mereka berharap agar pihak KPU Sigi segera melakukan langkah yang tegas dalam menyelesaikan masalah ini dan memastikan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Kasus salah transfer honor PPS di Sigi mengungkapkan adanya kekeliruan dalam pengelolaan anggaran yang telah merugikan ribuan petugas yang seharusnya menerima hak mereka.
