
Dalam dialog itu Longki Djanggola yang juga ketua APSI akan memberikan perhatian khusus terhadap peran Sulawesi Tengah bagi kebutuhan pembangunan dan bisnis lainnya di Ibukota Baru.
Beberapa point penting yang dibahas antara lain bagaimana mekanisme supplier galian C lebih ditata lagi sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi daerah seperti mengembangkan industri precast (beton pracetak dan pratekan) termasuk mekanisme pasarnya serta dampak lingkungan dapat diminamilisir.
Bagaimana angkutan material dari sumbernya ke tempat penimbunan tidak lagi menggunakan dump truck, tetapi sudah menggunakan conveyer belt semi tertutup, sehingga tidak lagi menimbulkan dampak debu, merusak jalan karena meteraial yang tercecer dan beban terhadap jalan dari dump truck. Juga sekaligus mengurangi kemacetan poros Palu-Donggala yang mulai dikeluhkan oleh sejumlah masyarakat pengguna.
Tidak hanya itu juga, akan diupayakan redesain eksploitasi tambang galian C dan sistem bagi hasil yang belum memberi keuntungan bagi daerah. Longki juga tertarik terhadap redesain agar pasca eksploitasi Kawasan tambang dapat dimanfaatkan menjadi Kawasan ekonomi baru, misalnya pemukiman atau kegiatan ekonomi lainnya.
Selain mendiskusikan tentang galian C juga membicarakan pengembangan SDM, supply pangan dan kemungkinan Sulawesi Tengah menjadi pensuply air bersih bagi Ibukota Baru.
Suplier Air Bersih
