Palu – Evaluasi satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto menjadi perhatian publik, terutama di Sulawesi Tengah.
Pengurus Daerah Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia (LS-ADI) Kabupaten Parigi Moutong menilai sejumlah program kerja presiden dan wakil presiden Gibran Rakabuming Raka masih perlu evaluasi serius, khususnya terkait penciptaan lapangan kerja, program makan bergizi gratis Prabowo, dan kebijakan swasembada pangan.
Ketua PD LS-ADI Parimo, Mastang, menyampaikan pandangannya melalui rilis resmi yang diterima Trilogi pada Senin 20 Oktober 2025.
Ia menilai berbagai janji kampanye Prabowo masih belum memberikan hasil yang sesuai harapan masyarakat.
Dalam penjelasannya, Mastang menyoroti janji pembukaan 19 juta lapangan kerja baru yang dijanjikan saat kampanye. Ia menilai realisasi program tersebut belum menunjukkan hasil yang jelas.
“Belum ada penjelasan resmi apakah jumlah tersebut mencakup pekerjaan formal, informal, paruh waktu, atau tanpa klasifikasi yang jelas. Ketidakjelasan ini membuat masyarakat sulit memahami sejauh mana program ini berhasil,” ujar Mastang.
Ia juga menilai minimnya transparansi data pemerintah terkait perkembangan program ini menimbulkan keraguan di masyarakat.
“Tanpa data terbuka, janji politik ini bisa menjadi sekadar wacana tanpa realisasi konkret,” tambahnya.
Menurut Mastang, masyarakat Sulawesi Tengah sempat berharap pada proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.
Namun, ia menilai proyek tersebut belum menjadi prioritas pemerintahan saat ini.
