Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding mengatakan Barantin kini tidak hanya berfungsi sebagai “penjaga pintu”, tetapi juga menjadi akselerator ekonomi nasional melalui percepatan ekspor-impor perdagangan.
“Barantin ingin mendorong percepatan ekspor-impor perdagangan melalui penerapan standar dan protokol karantina yang harus dipenuhi untuk menembus pasar internasional,” katanya.
Karding menilai kualitas Durian Sulteng dan kelapa asal Sulawesi Tengah memiliki daya tarik besar di pasar China.
Karena itu, kepatuhan terhadap standar karantina dan SOP ekspor menjadi kunci agar produk lokal mampu bersaing di pasar global.
Baca Juga : Program BERANI LANCAR Sulap 12 Ruas Jalan di Sulteng Jadi Penggerak Ekonomi Baru
“Kualitas durian dan kelapa Sulawesi Tengah menjadi daya tarik tersendiri bagi pasar Tiongkok. Jika standar karantina dijaga dengan baik, komoditas kita tidak hanya mampu menembus pasar Asia, tetapi juga Eropa,” tambahnya.
Ia juga mendorong pembangunan fasilitas instalasi dan laboratorium di Sulawesi Tengah guna memastikan kualitas komoditas ekspor memenuhi standar internasional sekaligus mendukung hilirisasi produk unggulan daerah.
Data Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mencatat sejak Januari hingga 12 April 2026, Ekspor Durian Sulteng telah mencapai 4.077 ton atau setara 151 kontainer durian beku ke Tiongkok.
