Adriansyah menuturkan, untuk memaksimalkan agar program PPM berjalan sesuai harapan, maka dilaksanakan pelaksanaan workshop singkat terkait PPM. Tentunya diharapkan semakin menambah pengetahuan dan pemahaman seluruh pihak, terkait semangat yang ingin dibangun oleh program tersebut dalam upaya menjaga keberlanjutan kehidupan masyarakat.
“Kami berharap hadirnya PPM mampu memberikan kontribusi besar dalam peningkatan ekonomi masyarakat. Apalagi, programnya yang senantiasa mengedepankan misi keberlanjutan. Sehingga sejumlah program dihadirkan bagi masyarakat,” harapnya.
Dia menyebutkan, beberapa program yang yang telah berjalan di Blok Pomalaa saat ini, diantaranya sustainable program melalui pelaksanaan Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) diwujudkan dengan dihadirkannya System of Rice Intensification (SRI) organic.
Baca Juga : PT Vale gandeng DPRD Sulteng Gagas Pengembangan Ekonomi dalam Konsep Pembangunan Berkelanjutan
Selanjutnya, Adriansyah Chaniago juga menjelaskan terkait komitmen PT Vale Indonesia dalam menerapkan Good Mining Practice (GMP). Seluruh yang dilakukan oleh PT Vale adalah penerapan Good Mining Practice di keseluruhan operasi penambangan terintegrasi, dengan serangkaian proses yang signifikan.
Seperti penggunaan energi terbarukan dari PLTA, adanya fasilitas pembibitan untuk penanaman kembali pasca tambang, dan selalu adanya pengolahan air sebelum dialirkan kembali ke danau.
“Sebagai gambaran dari keseluruhan biaya penambangan ada porsi sekitar 22% persiapan, 25% pasca tambang, sedangkan 53% untuk proses penambangannya sendiri. Ini dapat dilihat dengan tetap terjaganya Danau Matano setelah kami 53 tahun beroperasi,” ungkapnya.
