TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

DUA JEMBATAN UNTUK DAMPALA

Bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Morowali, pada hari Jumat 7 Juni 2019 lalu menyebabkan beberapa wilayah di Kecamatan Bungku Barat dan sekitarnya terendam dan akses jalan terputus. Akibat kejadian banjir tersebut, dikabarkan Jembatan permanen di Sungai Dampala, Kecamatan Bungku Tengah, hanyut akibat banjir, sehingga Lalu lintas Trans Sulawesi yang menghubungkan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara sempat terputus.

Jembatan Dampala ini merupakan penghubung utama antara ibu kota Kabupaten Morowali dengan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), sebuah kawasan indusri pertambangan nikel terbesar di Indonesia yang mempekerjakan puluhan ribu tenaga kerja.

Setelah mendapatkan program untuk pemulihan kembali jembatan permanen Dampala dan Bahodopi, Ditjen Kementrian PUPR melalui BPJN XIV Palu mengalokasikan anggaran sebesar Rp60.737.050.000 untuk merekontruksi kedua jembatan tersebut pada tahun 2020 dengan system kontrak tahun jamak.

Akhir Januari 2020 lalu proses tender penggantian jembatan Cs dilakukan. Proyek yang dibiayai oleh APBN murni itu diikuti sebanyak 170 peserta lelang dan dimenangkan oleh PT Citra Nusa Indah Lestari (CNIL) dengan nilai penawaran sebesar Rp59.935.337.000. Pada tanggal 04 Juni 2020 Satker PJN wilayah III melalui PPK 3.7 ruas Bungku – Bahodopi – BTS Sultra melakukan penandatangan kontrak dengan PT Citra Nusa Indah Lestari dengan No Kontrak : HK 0203-Bb14-PJN III-PPK 3.7/04, sebagai pelaksana untuk proyek penggantian jembatanm Dampala Cs.

Diketahui PT CNIL dengan NPWP : 01.507.276.2-823.000, berdomisili di Kelurahan Wawalintouan, kecamatan Tondano Barat –Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Dengan dilakukannya penandatangan kontrak penggantian jembatan permanen tersebut, diharapkan nantinya akan membuat jalur logistic Sulteng – Sultra makin lancar.

Penulis : Wahyudi / Koran Trilogi

Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.