Jalur tersebut, kata dia, merupakan jalan trans penghubung dari beberapa kota di dalam maupun luar wilayah Sulteng dengan Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah.
Saban hari,jalur yang terbilang cukup ramai dilewati berbagai jenis kendaraan baik angkutan penumpang dan barang juga rawan kecelakaan dan bencana alam tanah longsor.
Saat curah hujan tinggi, sering badan jalan tertimbun longsor dan licin sehingga pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas pada jalur itu.
Jalur Taweli-Toboli yang juga dikenal “jalur Kebun Kopi” merupakan jalan yang paling banyak tikungan tajam. Sepanjang jalur tersebut ada sekitar 300 tikungan tajam dan rawan kecelakaan.
