Dalam pelaksanaannya, Jasindo mengedepankan prinsip gotong royong dan kolaborasi langsung dengan komunitas lokal. Mereka percaya, perubahan besar hanya mungkin dimulai dari tingkat akar rumput.
“Semangat kami adalah menjadikan Narasemesta sebagai motor penggerak ekonomi hijau di berbagai pelosok Indonesia,” tegas Utari.
Sebagai program CSR, pendekatan Narasemesta dinilai lebih progresif dibandingkan praktik tanggung jawab sosial perusahaan pada umumnya.
Tidak berhenti pada pemberian bantuan, Jasindo juga membangun kapasitas dan kemandirian warga.
Langkah Jasindo ini mengukuhkan posisinya sebagai BUMN yang tak hanya fokus pada bisnis asuransi, tetapi juga memberi dampak nyata bagi pembangunan desa dan lingkungan.
Dengan keberlanjutan sebagai fondasi, program Narasemesta terus menempatkan masyarakat desa sebagai pusat dari perubahan.
Di Tongoa, langkah itu kini mulai menunjukkan hasilnya aroma kopi dan harapan tumbuh bersamaan.
