“Kami percaya, ketika petani diberi akses dan alat yang layak, mereka akan tumbuh menjadi tulang punggung ekonomi desa yang tangguh,” lanjut Utari.
Program ini juga membawa dampak sosial yang lebih luas. Proses pengolahan yang kini dilakukan di dalam desa membuka ruang kerja baru bagi pemuda Tongoa.
Perputaran ekonomi menjadi lebih dinamis, dan ketergantungan pada pihak luar berkurang drastis.
Dara Adinda, Kepala Desa Tongoa, menyambut baik inisiatif ini.
Menurutnya, kehadiran Jasindo tidak hanya sekadar menjalankan CSR, tetapi benar-benar berkontribusi langsung dalam membangun masa depan desa.
“Ini bukan hanya soal kopi, tapi soal keberlanjutan hidup masyarakat kami. Sekarang, hasil kerja keras petani bisa dinikmati secara utuh,” kata Dara.
Dukungan Jasindo untuk petani kopi melalui Narasemesta bukanlah langkah tunggal. Program ini merupakan bagian dari inisiatif jangka panjang membangun ekosistem desa berbasis keberlanjutan.
Narasemesta kini tak lagi terbatas pada pendidikan lingkungan, tapi menjalar ke bidang ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.
