Serapan anggaran yang besar, ternyata tak selalu bisa menjadi jaminan sebuah pembangunan akan relatif berkualitas. Demikian halnya yang terjadi pada bangunan gedung Sekolah Dasar (SD) 22 Kecamatan Sirenja, Desa Lende Ntovea Kabupaten Donggala.
Bangunan gedung sekolah yang menggunakan anggaran dari APBD Kabupaten Donggala Tahun 2019 lalu senilai Rp1.640.206.929.02, yang dihelat satuan kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Donggala itu, rampung dikerjakan pada sekitar tiga bulan lalu. Ditempati mulai tahun ajaran baru, Januari 2020, kini dibeberapa bagian gedung sudah nampak kerusakan yang terbilang parah, dan berpotensi mengganggu proses belajar mengajar.

Foto : Wahyudi
Hasil penelusuran Koran Trilogi di sekolah yang terletak di Desa Lende Ntovea, Kecamatan sirenja satu pekan lalu, nampak beberapa titik plafon gedung rontok, lantai teras belakang gedung ambelas akibat timbunan dasar bangunan turun. Bahkan dibeberapa titik tiang bangunan mulai retak.
Baca Juga : BARU SELESAI DIKERJAKAN, JEMBATAN LEMBAN TONGOA SUDAH RUSAK
Salah seorang warga yang ditemui dilokasi gedung sekolah pada Selasa sore 10 Maret 2020, mengakui jika bangunan sekolah ini belum lama ditempati, karena baru selesai dikerjakan sejak beberapa bulan yang lalu. Untuk kerusakan pada bagian sekeliling sekolah, dia menyebutkan sejak beberapa bulan ditempati, ada beberapa plafon gedung yang sudah rontok, bahkan lantai bagian belakang gedung sekolah juga terdapat ambelas.
“Bangunan ini baru ditempati beberapa bulan ini pak. Tapi sudah ada yang rusak, coba lihat dibelakang gedung ada yang ambelas itu pak, belum lagi plafonya ada beberapa yang sudah jatuh” kata warga desa setempat yang bersedia menjadi sumber dan meminta identitasnya tidak di publish.
Namun begitu, tambah dia, meski menempati gedung yang baru selesai, ternyata di beberapa bagian sudah nampak rusak. Hal itu dikhawatirkan bisa semakin parah dan menghambat kegiatan belajar mengajar di sana.
