Penanganan darurat dampak gempabumi, tsunami dan Liquifaksi di Sulawesi Tengah telah dilakukan. Percepatan pemulihan dampak bencana terus di intensifkan, salah satunya pemenuhan dibidang perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan. Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tengah dipersiapkan agar kondisi sosial ekonomi dapat berangsur normal.

Salah satu infrastruktur yang rusak parah akibat dampak bencana hampir setahun yang lalu meliputi jalan dan jembatan ditiga wilayah yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala. Hal ini mengakibatkan perekonomian terganggu, pengangguran meningkat, pendapatan daerah berkurang, hingga munculnya bencana social seperti kemiskinan, putus sekolah, dan kriminalitas.
Karena itulah betapa pentingnya pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat bencana, agar perekonomian kembali bergerak dan seluruh aktivitas masyarakat kembali berjalan seperti biasa. Tentu saja daerah-daerah yang infrastrukturnya terkena bencana membutuhkan untuk diperbaiki, guna membangun kembali infrastruktur untuk memudahkan pendstribusian serta pengawasan bagi masyarakat.
Baca Juga : AKHIR TAHUN 2019, PEMPROV SULTENG TARGETKAN TIGA PAKET JALAN PROVINSI SELESAI
