AKIBAT PENGAWASAN KURANG AWAS
Keuangan Negara babak belur diakhir perjalanan. Penyusunan rencana dan pelaksana tidak matang hingga pengawasan kurang awas jadi salah satu penyebab. Negara dirugikan atas sederet proyek yang menjadi aset, dengan kualitas yang jauh dari harapan. Proyek infrastruktur yang semula digadang-gadang bermanfaat besar bagi masyarakat, justru menuai sorotan.
Satu paket kegiatan lolos dari pantauan setelah dilakukan serah terima hasil pertama atau Provisional Hand Over (PHO) antara kontraktor pelaksana dan PPK. Artinya fungsi pengawasan Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS –III) masih lemah, tindakan preventive tidak jalan.
Pihak BWSS III dinilai tidak andal merancang serta mengelolah anggaran. Asumsi meleset jauh. Pengucuran anggaran melaju deras. Korting ganjil proyek pengaman pantai, anggaran hilang, rusak terbilang. Di tahun 2018 ini, BWSS III empot-empotan. Pembangunan Pengaman Pantai yang rusak ada di mana-mana. Ujung Kabupaten Provinsi Sulawesi Tengah, masih mengkhawatirkan. Di sepanjang pantai itu banyak ditemukan beberapa kerusakan. Yang mana dengan kerusakan itu sudah barang tentu akan mempengaruhi kelayakan proyek itu sendiri.

“Ini sudah sesuai rencana pak, dan proyek ini kami didampingi pihak TP4D. Bahkan kami diuntungkan oleh proyek ini, dari sesuai rencana semula 320 meter , setelah diukur oleh tim PHO menjadi 360 meter. Berarti kami diuntungkan sebanyak 40 meter,” kata Haryanto yang memangku jabatan PPK Sungai dan Pantai (SDP) Satker PJSA BWSS III, kemarin diruanganya.
BOLONG-BOLONG PENGAMAN PANTAI BUOL
AMUK PANTAI PENGAMAN DWI CAHYO
